kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   14.000   0,48%
  • USD/IDR 16.830   2,00   0,01%
  • IDX 8.132   99,86   1,24%
  • KOMPAS100 1.146   13,97   1,23%
  • LQ45 829   8,49   1,03%
  • ISSI 288   4,60   1,62%
  • IDX30 431   4,26   1,00%
  • IDXHIDIV20 519   5,74   1,12%
  • IDX80 128   1,62   1,28%
  • IDXV30 141   1,99   1,43%
  • IDXQ30 140   1,49   1,07%

Tolak Intervensi Militer di Niger, Erdogan: Situasi Bisa Semakin Kacau


Selasa, 22 Agustus 2023 / 10:37 WIB
Tolak Intervensi Militer di Niger, Erdogan: Situasi Bisa Semakin Kacau
ILUSTRASI. Presiden Turki Tayyip Erdogan berbicara di markas Partai AK di Ankara, Turki, 15 Mei 2023. REUTERS/Umit Bektas


Sumber: TASS | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

KONTAN.CO.ID - ANKARA. Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, menentang adanya intervensi militer dalam konflik politik di Niger. Erdogan menilai aksi itu dapat memperburuk situasi keamanan di negara tersebut, bahkan di banyak negara Afrika lain.

Intervensi militer di Niger akan dilakukan oleh Komunitas Ekonomi Negara-negara Afrika Barat (ECOWAS).

"Keputusan untuk melakukan intervensi militer di Niger tidak dapat diterima. Hal ini akan menyebabkan destabilisasi di banyak negara Afrika. Saya berharap perdamaian dan stabilitas di Niger akan tercapai secepatnya," kata Erdogan, dikutip kanal televisi TRT hari Senin (21/8).

Erdogan percaya bahwa Turki nantinya akan memainkan peran penting dalam menyelesaikan konflik di Niger. Dirinya pun mengatakan pembicaraan mengenai masalah ini sedang diadakan oleh kementerian luar negeri.

"Saya berharap pemilu demokratis di Niger bisa diadakan dalam waktu dekat," kata Erdogan.

Baca Juga: Bersiap Perang Baru, Blok Afrika Barat Bakal Lakukan Intervensi Militer di Niger

Pemberontakan di Niger

Akhir Juli lalu, sekelompok pemberontak militer di Niger mengumumkan pemecatan Presiden Mohamed Bazoum.

Kelompok ini kemudian membentuk Dewan Nasional untuk Perlindungan Tanah Air, atau Conseil National Pour La Sauvegarde de La Patrie (CNSP). Dewan ini dipimpin oleh Jenderal Abdourahmane Tchiani, yang kini juga duduk di kursi pemimpin negara Niger.

ECOWAS menuntut para pemberontak di Niger untuk membebaskan Bazoum dan menyerukan resolusi militer atas situasi tersebut jika dia tidak dibebaskan.

ECOWAS memberlakukan sanksi keras terhadap Niger yang masih berstatus sebagai anggotanya.

Komisaris ECOWAS untuk urusan politik, Abdel-Fatau Musah, mengatakan bahwa tanggal pasti intervensi di Niger telah ditentukan, namun belum diumumkan secara resmi.




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×