kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.922.000   20.000   0,69%
  • USD/IDR 17.012   6,00   0,04%
  • IDX 7.076   -108,89   -1,52%
  • KOMPAS100 978   -14,71   -1,48%
  • LQ45 718   -8,39   -1,15%
  • ISSI 253   -3,86   -1,50%
  • IDX30 390   -3,73   -0,95%
  • IDXHIDIV20 484   -3,05   -0,63%
  • IDX80 110   -1,44   -1,29%
  • IDXV30 134   -0,40   -0,30%
  • IDXQ30 127   -1,14   -0,89%

Toyota, Hyundai, VW, Nissan Siapkan Investasi Jumbo di AS, Tapi Masih Tunggu Hal Ini


Kamis, 02 April 2026 / 07:03 WIB
Toyota, Hyundai, VW, Nissan Siapkan Investasi Jumbo di AS, Tapi Masih Tunggu Hal Ini
ILUSTRASI. Pabrikan raksasa seperti Toyota dan Hyundai berpotensi kehilangan triliunan. Ketahui bagaimana mereka berupaya menghindari tarif impor Trump yang mengancam. (REUTERS/Evan Vucci)


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - Sejumlah produsen otomotif global berencana menggelontorkan investasi bernilai miliaran dolar di Amerika Serikat (AS). Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan produksi di dalam negeri sekaligus menghindari tarif impor yang diberlakukan Presiden Donald Trump.

Namun, para pabrikan masih menunggu kepastian aturan perdagangan, terutama terkait kelanjutan perjanjian dagang Amerika Utara atau United States-Mexico-Canada Agreement (USMCA) yang dijadwalkan ditinjau ulang tahun ini.

Mengutip Reuters, industri otomotif mendesak pemerintahan Trump agar memperpanjang USMCA. Perjanjian ini dinilai krusial karena menjadi fondasi rantai pasok produksi mobil di kawasan Amerika Utara.

Toyota: Investasi US$ 10 Miliar Masih Menunggu Kepastian

Toyota telah mengumumkan rencana investasi sebesar US$ 10 miliar di AS dalam lima tahun ke depan. Namun, perusahaan baru merinci penggunaan dana sekitar US$ 2 miliar.

Manajer Divisi Toyota, David Crist, mengatakan keputusan terkait lokasi dan jenis produksi masih bisa berubah, terutama karena ketidakpastian tarif.

“Di mana kami membangun dan apa yang kami bangun masih dalam kondisi berubah-ubah. Sulit membuat keputusan dengan adanya potensi tarif USMCA sebesar 25%,” ujar Crist kepada Reuters di sela New York Auto Show.

Meski demikian, Toyota menegaskan investasi tersebut tetap akan direalisasikan, hanya saja menunggu kejelasan aturan dagang sebelum semua keputusan final diambil.

Baca Juga: Harga Minyak Ditutup Anjlok Usai Trump Katakan AS Segera Akhiri Perang di Iran

Hyundai Targetkan 80% Mobil untuk Pasar AS Diproduksi di Dalam Negeri

Hyundai juga mengumumkan rencana investasi besar senilai US$ 26 miliar di AS hingga 2028.

Dalam ajang New York Auto Show, Hyundai memperkenalkan konsep SUV dan menyebut akan membangun truk ukuran menengah baru di AS pada 2030.

CEO Hyundai Jose Munoz mengatakan perusahaan ingin memperbesar porsi kendaraan yang diproduksi di AS.

Hyundai menargetkan 80% kendaraan yang dijual di AS diproduksi di Amerika. Produksi tahunan juga akan ditingkatkan dari 800.000 unit menjadi 1,2 juta unit.

“Kami ingin berinvestasi di sini. Ini pasar paling penting bagi kami,” kata Munoz.

Hyundai sebelumnya menyampaikan bahwa ketidakpastian terkait USMCA membuat keputusan investasi mereka tertunda.

Perusahaan menilai jika perpanjangan USMCA dikonfirmasi lebih awal, hal itu bisa langsung membuka peluang investasi baru lebih dari US$ 20 miliar di AS.

“Setiap bulan ketidakjelasan memperlambat penciptaan lapangan kerja, pemilihan lokasi pabrik, dan pengembangan teknologi,” kata Hyundai.

Baca Juga: Elon Musk Ajukan IPO SpaceX Secara Rahasia, Nilainya Bisa Pecahkan Rekor Dunia

Volkswagen: Stabilitas Aturan Dagang Sangat Penting

Volkswagen pada Rabu memperkenalkan versi baru SUV Atlas yang diproduksi di pabriknya di Tennessee.

Presiden dan CEO Volkswagen Group of America, Kjell Gruner, mengatakan stabilitas aturan dagang sangat penting mengingat investasi otomotif membutuhkan waktu panjang, baik untuk membangun portofolio produk maupun rantai pasok.

“Jika melihat besarnya volume investasi dan waktu yang dibutuhkan untuk membangun portofolio produk serta supply chain, stabilitas menjadi sangat penting,” ujar Gruner.

Nissan: Mobil Murah Sulit Diproduksi di AS

Nissan mengungkap tantangan besar dalam menghadapi tarif, terutama karena mobil termurah mereka untuk pasar AS diproduksi di Meksiko.

Ketua Nissan Americas, Christian Meunier, mengatakan tarif menjadi masalah karena kendaraan tersebut tidak dibuat di AS.

Menurutnya, membangun mobil murah di AS sangat sulit karena biaya tenaga kerja yang lebih tinggi.

“Masalahnya, mobil itu tidak dibuat di AS. Ini tantangan besar untuk membuat mobil yang sangat terjangkau di AS karena tingkat upah tenaga kerja,” ujar Meunier.

Tonton: Indonesia dan Jepang Bersatu Hadapi Krisis Energi Global! Selat Hormuz Terancam

Meski begitu, Nissan akan meningkatkan produksi di pabrik Tennessee dan berencana membawa model Rogue hybrid baru ke fasilitas tersebut mulai tahun depan.

Meunier menilai tarif justru menjadi pemicu percepatan relokasi produksi Nissan ke AS.

“Tarif itu hal yang baik bagi Nissan, karena memaksa kami mempercepat lokalisasi produksi,” katanya.

Secara keseluruhan, para produsen otomotif global kini mempercepat investasi dan produksi di AS demi mengurangi risiko tarif. Namun, mereka tetap membutuhkan kepastian aturan dagang agar keputusan investasi jangka panjang bisa dilakukan dengan lebih jelas.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×