Tragedi kereta paling mematikan di Taiwan dalam 7 dekade, 50 orang tewas

Sabtu, 03 April 2021 | 07:21 WIB Sumber: Reuters
Tragedi kereta paling mematikan di Taiwan dalam 7 dekade, 50 orang tewas

Petugas mengevakuasi gerbong kereta yang mengalami kecelakaan di Taiwan.


KONTAN.CO.ID - HUALIEN. Sebuah kereta ekspres Taiwan dengan mengangkut hampir 500 penumpang tergelincir di sebuah terowongan pada hari Jumat (2/4/2021) setelah sebelumnya menabrak sebuah truk yang meluncur di tepi jalan. 

Dalam kejadian itu, sedikitnya 50 penumpang tewas dan 146 lainnya luka-luka. Ini menjadi kecelakaan kereta terburuk di pulau itu dalam tujuh dekade terakhir.

Melansir Reuters, gambar-gambar yang beredar dari tempat kejadian menunjukkan beberapa gerbong tampak hancur karena benturan. Sementara, sebagian gerbong lainnya tampak ambruk. Kondisi ini menghalangi tim penyelamat dalam upaya mereka untuk menyelamatkan penumpang.

Hingga sore hari, tidak ada seorang pun yang dilaporkan masih terperangkap. Meski demikian, pemadam kebakaran mengatakan telah menemukan bagian-bagian tubuh, yang berarti jumlah korban yang tewas, termasuk pengemudi, kemungkinan akan meningkat.

Baca Juga: Taiwan tuding China curi kekayaan intelektual negara lain untuk tingkatkan kekuatan

"Orang-orang jatuh bertubrukan, di atas satu sama lain," kata seorang wanita yang selamat dari kecelakaan itu kepada televisi domestik seperti yang dikutip Reuters. “Itu menakutkan. Ada banyak keluarga di sana."

Pemerintah Taiwan mengatakan, tercatat ada 496 orang di kereta, termasuk 120 orang tanpa kursi. Banyak turis dan orang-orang yang pulang ke rumah pada awal liburan akhir pekan panjang tradisional untuk berziarah ke kuburan keluarga. Seorang warga negara Prancis termasuk di antara yang tewas, kata para pejabat.

Baca Juga: Jet tempur China mengelilingi Taiwan dalam lanjutan latihan militer

Kereta itu melakukan perjalanan dari Taipei, ibu kota, ke kota tenggara Taitung.

Wakil direktur Administrasi Kereta Api Taiwan, mengatakan kepada wartawan, kereta tersebut keluar dari jalur rel di utara kota timur Hualien setelah menabrak sebuah truk yang tergelincir dari jalan dari lokasi konstruksi di dekatnya, Feng Hui-sheng.

Feng mengatakan manajer situs, yang menstabilkan lereng gunung untuk mencegah tanah longsor, mengunjungi lokasi kejadian sekitar pukul 9 pagi (0100 GMT) dan menghentikan truknya di depan kantor lokasi.

Saat ini, kecelakaan diduga karena kendaraan truk tidak direm dengan baik, sehingga meluncur sekitar 20 meter di sepanjang akses jalan lokasi dan masuk ke jalur trunk timur, tambahnya.

Kantor Berita Pusat resmi mengatakan polisi telah memanggil manajer untuk diinterogasi.

Para korban selamat menggambarkan teror yang mereka alami saat kereta menabrak truk dan terhenti.

Baca Juga: Militer AS khawatir agresi militer China ke Taiwan terjadi dalam waktu dekat

“Tiba-tiba berhenti dan kemudian semuanya berguncang,” kata salah satu televisi lokal. "Semuanya sangat kacau."

Menurut pejabat kereta api, penumpang di beberapa gerbong yang masih berada di dalam terowongan harus dibawa ke tempat aman.

Kecelakaan itu terjadi pada awal akhir pekan panjang untuk liburan tradisional Hari Pembersihan Makam.

Perkeretaapian milik negara Taiwan umumnya dapat diandalkan dan efisien, tetapi memiliki catatan keselamatan yang tidak merata selama bertahun-tahun.

Kecelakaan besar terakhir terjadi pada 2018, ketika 18 orang tewas dan 175 lainnya luka-luka ketika sebuah kereta tergelincir di timur laut pulau itu.

Pada tahun 1948, 64 orang diperkirakan tewas ketika sebuah kereta api terbakar di Taiwan utara.

 

Selanjutnya: Taiwan tuding China curi kekayaan intelektual negara lain untuk tingkatkan kekuatan

 

Halaman   1 2 Tampilkan Semua
Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Terbaru