kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   20.000   0,76%
  • USD/IDR 18.088   -22,00   -0,12%
  • IDX 6.042   2,45   0,04%
  • KOMPAS100 790   1,48   0,19%
  • LQ45 600   1,02   0,17%
  • ISSI 210   -0,03   -0,02%
  • IDX30 339   0,09   0,03%
  • IDXHIDIV20 422   0,59   0,14%
  • IDX80 90   0,11   0,12%
  • IDXV30 115   -0,13   -0,11%
  • IDXQ30 109   0,09   0,08%

Transit di Bali, warga Selandia Baru dari Iran terjangkit virus corona


Jumat, 28 Februari 2020 / 15:54 WIB
ILUSTRASI. Penumpang yang mengenakan masker tiba di Stasiun Kereta Shanghai, China, ketika wabah virus corona baru melanda negara itu, 27 Februari 2020.


Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - WELLINGTON. Selandia Baru mengonfirmasi kasus virus corona pertama pada Jumat (28/2). Warga negeri kiwi itu baru-baru ini melakukan perjalanan dari Iran ke Auckland melalui Bali.

Kementerian Kesehatan Selandia Baru mengatakan, orang itu, yang berusia 60-an, saat ini menjalani perawatan di Rumahsakit Kota Auckland.

"Dia berada dalam kondisi yang membaik dalam isolasi, di ruang bertekanan negatif untuk mencegah penyebaran penyakit," kata Kementerian Kesehatan seperti dikutip Channelnewsasia.com.

Baca Juga: Gubernur BI: Pasar keuangan sedang radang gara-gara virus corona

Warga negara Selandia Baru itu tiba di Auckland pada Rabu (26/2) lalu, dan anggota keluarga membawanya ke rumahsakit setelah khawatir tentang kondisi individu tersebut.

Kementerian Kesehatan Selandia Baru mendesak setiap penumpang yang satu pesawat dengan orang itu, maskapai Emirates yang berangkat dari Bali ke Auckland, untuk menghubungi pihak berwenang jika mereka khawatir.

"Meskipun kami memiliki kasus Covid-19 pertama kami, kemungkinan wabah komunitas tetap rendah," tegas Kementerian Kesehatan Selandia Baru.

Baca Juga: Balik dari China, Presiden Mongolia masuk karantina demi cegah virus corona

Sebelumnya, Menteri Kesehatan David Clark menyatakan, Selandia Baru memberlakukan larangan perjalanan yang ketat pada kedatangan dari Iran. Ini mirip dengan yang sudah negara tersebut terapkan pada kedatangan dari China.

Melansir Channelnewsasia.com, Clark menyebutkan, tindakan itu Selandia Baru ambil setelah lonjakan infeksi di Iran, di mana virus corona sudah menewaskan 26 orang, jumlah kematian tertinggi di luar China.

"Jelas, situasi di Iran memprihatinkan, ada penyebaran penyakit yang sedang berlangsung di sana dan sebagian besar ketidakpastian tentang skala wabah dan kemampuan untuk menahannya," ujar Clark kepada wartawan.

Baca Juga: Virus corona menyebar di tiga benua, pasar bersiap untuk resesi global

"Informasi yang keluar dari Iran tampaknya tidak sesuai dengan apa yang keluar dari negara lain dalam hal tingkat kematian per kejadian," imbuh Clark.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×