Tren PHK Startup Global Berlanjut, Kini Giliran Sektor Kripto dan Properti

Senin, 20 Juni 2022 | 13:21 WIB   Reporter: Adrianus Octaviano
Tren PHK Startup Global Berlanjut, Kini Giliran Sektor Kripto dan Properti

ILUSTRASI. Coinbase jadi salah satu perusahaan yang ikut mengurangi jumlah karyawan


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tren Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang terjadi pada startup global masih berlanjut. Kali ini, giliran startup sektor kripto dan properti yang mengikuti tren pengurangan karyawan.

Tren PHK terjadi pada perusahaan properti terjadi di minggu lalu, salah satunya disebabkan oleh kenaikan suku bunga hipotek. Sehingga, lebih sedikit orang yang ingin membeli rumah.

Sementara itu, perusahaan kripto mengalami kejatuhan akibat harga Bitcoin yang anjlok dan bergerak mendekati level US$ 20.000. Mengutip Techcrunch (20/6), harga tersebut merupakan penurunan serius, karena sebelumnya, harga bitcoin berada di level US$ 60.000 pada tujuh bulan lalu.

Untuk sektor properti, perusahaan rintisan yang melakukan PHK ialah Redfin dan Compass. Jika digabung, total karyawan yang terkena PHK dari sektor real estate ini sekitar 900 karyawan.

Redfin menawarkan gaji pokok 10 minggu kepada karyawan yang diberhentikan, ditambah satu minggu gaji tambahan untuk setiap tahun masa kerja, yang dibatasi hingga 15 minggu. Perusahaan ini juga akan membayar biaya perawatan kesehatan selama tiga bulan sehingga karyawan dapat melanjutkan pertanggungan untuk sementara.

Baca Juga: Harga Bitcoin Kembali di Atas Ambang Batas US$ 20.000, Tetap Bertahan?

"Saya mengatakan kami tidak akan memberhentikan orang kecuali kami harus melakukannya. Dan sekarang kami harus." kata CEO Redfin Glenn Kelman.

Hak serupa juga dilakukan Compass. Selain memotong 450 pekerja atau sekitar 10% karyawan, perusahaan juga akan menghentikan perekrutan dan aksi M&A untuk sisa tahun ini.

Platform persewaan Zumper yang berbasis di San Francisco juga memangkas sekitar 15% dari 300 karyawannya, yang sebagian besar mempengaruhi departemen seni, penjualan, dan layanan pelanggannya, menurut The Real Deal.

Awal bulan ini, broker Bay Area lainnya, Side, juga memangkas 10% stafnya.

Pesakitan di startup kripto terjadi pada Coinbase. Setelah pembekuan perekrutan, kemudian pembatalan kontroversial dari penawaran yang diterima, diumumkan minggu ini, perusahaan akan mengurangi tenaga kerja hingga 18%.

Dalam sebuah surat kepada karyawan, CEO Brian Armstrong mengatakan bahwa karyawan yang diberhentikan akan diberitahu tentang status mereka melalui email pribadi mereka, dan mereka akan segera terputus dari akun perusahaan untuk melindungi data sensitif.

Coinbase memiliki 1.250 karyawan pada awal 2021, ketika kegilaan NFT mengantarkan gelombang baru peserta ke kripto. Sejak itu, tim memiliki lebih dari empat kali lipat karyawan.

Baca Juga: Pasar Perumahan di AS Tertekan Akibat Kenaikan Suku Bunga

"Sementara kami mencoba yang terbaik untuk mendapatkan ini dengan benar, dalam kasus ini sekarang jelas bagi saya bahwa kami mempekerjakan pekerja berlebihan." ujar Armstrong.

Platform peminjaman kripto BlockFi juga memotong 20% stafnya dari sekitar 850. Crypto.com juga memberhentikan 5% dari total tenaga kerjanya, atau 260 karyawan.

Sementara itu, tampaknya tren PHK juga masih akan berlangsung hingga beberapa waktu ke depan serta sektor yang terdampak pun mulai meluas. Mengingat, beberapa sektor seperti sektor konsumsi yang telah menunjukkan tanda-tanda.

Contohnya, platform Spotify, yang meskipun belum melakukan PHK, namun sudah melakukan perlambatan dalam hal perekrutan. Perusahaan pun juga telah menutup beberapa layanan yang mempengaruhi sekitar 15 pekerjaan.

Selain itu, ada ByteDance, perusahaan induk TikTok yang berbasis di China, yang membeli Mokun Technology, sebuah pengembang game online. 101 Studio, yang merupakan bagian dari akuisisi itu, ditutup minggu ini, memotong sekitar 150 staf , menawarkan 150 pekerja lainnya di transfer internal studio. Ini menandai kemunduran dalam perlombaan ByteDance melawan Tencent untuk mendominasi game seluler.

Editor: Anna Suci Perwitasari

Terbaru