Sumber: People | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
Pernyataan tersebut mendapat respons keras dari China. Juru bicara Kementerian Luar Negeri China dalam konferensi pers menuding Trump menggunakan negara lain sebagai alasan untuk mengejar kepentingan pribadinya sendiri.
Sementara itu, Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen menyampaikan tanggapan melalui Facebook pada akhir pekan lalu, menyikapi meningkatnya ancaman dari Amerika Serikat dan menegaskan bahwa “gagasan tentang kebebasan” tidak boleh dikompromikan.
“Amerika Serikat dan Eropa berakar pada gagasan tentang kebebasan. Kita tidak boleh mengorbankan hal itu,” tulis Frederiksen. “Perbedaan pendapat dan konflik antara Amerika Serikat dan Eropa hanya akan menguntungkan musuh-musuh kita. Itu melemahkan kita dan memperkuat mereka.”
“Denmark adalah sekutu yang setia dan kuat. Kami tengah menjalankan program persenjataan ulang yang signifikan dan siap mempertahankan nilai-nilai kami, di mana pun diperlukan, termasuk di kawasan Arktik,” lanjutnya.
Tonton: Hotman Paris Pasang Badan Bela Timothy Ronald: Tidak Ada Penipuan!
“Kami percaya pada hukum internasional dan hak bangsa-bangsa untuk menentukan nasib sendiri. Karena itu, kami menjunjung prinsip kedaulatan, penentuan nasib sendiri, dan keutuhan wilayah.”












![[Intensive Workshop] Foreign Exchange & Hedging Strategies](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_17122515210200.jpg)
