kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Trump: AS Akan Bantu Bebaskan Kapal yang Terjebak di Selat Hormuz


Senin, 04 Mei 2026 / 05:26 WIB
Diperbarui Senin, 04 Mei 2026 / 06:02 WIB
Trump: AS Akan Bantu Bebaskan Kapal yang Terjebak di Selat Hormuz
ILUSTRASI. Situasi Selat Hormuz makin panas, kapal-kapal terjebak. Trump janjikan AS pimpin upaya pembebasan. (REUTERS/Dado Ruvic)


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Proposal untuk menunda pembicaraan isu nuklir hingga tahap berikutnya tampaknya bertentangan dengan tuntutan Washington yang berulang kali menyatakan bahwa Iran harus menerima pembatasan ketat atas program nuklirnya sebelum perang bisa diakhiri.

Washington ingin Teheran menyerahkan stok lebih dari 400 kilogram (900 pon) uranium yang diperkaya tinggi, yang menurut AS dapat digunakan untuk membuat bom. Iran menyatakan program nuklirnya bersifat damai, meskipun bersedia membahas pembatasan tertentu dengan imbalan pencabutan sanksi.

Iran pernah menerima pembatasan tersebut dalam kesepakatan tahun 2015, namun kesepakatan itu ditinggalkan Trump.

Meski terus mengatakan ia tidak terburu-buru, Trump kini menghadapi tekanan domestik untuk mematahkan kendali Iran atas Selat Hormuz. Penutupan selat itu telah menghambat 20% pasokan minyak dan gas dunia serta mendorong naik harga bensin di AS.

Partai Republik yang dipimpin Trump berisiko menghadapi kemarahan pemilih akibat kenaikan harga menjelang pemilu paruh waktu Kongres pada November.

Tonton: IHSG Jatuh ke 6.900! Asing Kabur

Media Iran menyebut proposal 14 poin Teheran mencakup penarikan pasukan AS dari wilayah sekitar, pencabutan blokade, pembebasan aset yang dibekukan, pembayaran kompensasi, pencabutan sanksi, penghentian perang di semua front termasuk Lebanon, serta pembentukan mekanisme kontrol baru untuk selat tersebut.

Berbicara dengan syarat anonim untuk membahas diplomasi yang bersifat rahasia, pejabat senior Iran mengatakan Teheran percaya proposal terbaru untuk menunda pembahasan nuklir ke tahap akhir merupakan perubahan besar demi mempermudah tercapainya kesepakatan.

“Dalam kerangka ini, negosiasi terkait isu nuklir yang lebih rumit dipindahkan ke tahap akhir agar tercipta suasana yang lebih kondusif,” kata pejabat tersebut.


Apa dampak bagi saya, jika saya...



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×