kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   20.000   0,76%
  • USD/IDR 18.088   -22,00   -0,12%
  • IDX 6.042   2,45   0,04%
  • KOMPAS100 790   1,48   0,19%
  • LQ45 600   1,02   0,17%
  • ISSI 210   -0,03   -0,02%
  • IDX30 339   0,09   0,03%
  • IDXHIDIV20 422   0,59   0,14%
  • IDX80 90   0,11   0,12%
  • IDXV30 115   -0,13   -0,11%
  • IDXQ30 109   0,09   0,08%

Trump: AS Akan Bantu Bebaskan Kapal yang Terjebak di Selat Hormuz


Senin, 04 Mei 2026 / 05:26 WIB
Diperbarui Senin, 04 Mei 2026 / 06:02 WIB
Trump: AS Akan Bantu Bebaskan Kapal yang Terjebak di Selat Hormuz
ILUSTRASI. Situasi Selat Hormuz makin panas, kapal-kapal terjebak. Trump janjikan AS pimpin upaya pembebasan. (REUTERS/Dado Ruvic)


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Proposal untuk menunda pembicaraan isu nuklir hingga tahap berikutnya tampaknya bertentangan dengan tuntutan Washington yang berulang kali menyatakan bahwa Iran harus menerima pembatasan ketat atas program nuklirnya sebelum perang bisa diakhiri.

Washington ingin Teheran menyerahkan stok lebih dari 400 kilogram (900 pon) uranium yang diperkaya tinggi, yang menurut AS dapat digunakan untuk membuat bom. Iran menyatakan program nuklirnya bersifat damai, meskipun bersedia membahas pembatasan tertentu dengan imbalan pencabutan sanksi.

Iran pernah menerima pembatasan tersebut dalam kesepakatan tahun 2015, namun kesepakatan itu ditinggalkan Trump.

Meski terus mengatakan ia tidak terburu-buru, Trump kini menghadapi tekanan domestik untuk mematahkan kendali Iran atas Selat Hormuz. Penutupan selat itu telah menghambat 20% pasokan minyak dan gas dunia serta mendorong naik harga bensin di AS.

Partai Republik yang dipimpin Trump berisiko menghadapi kemarahan pemilih akibat kenaikan harga menjelang pemilu paruh waktu Kongres pada November.

Tonton: IHSG Jatuh ke 6.900! Asing Kabur

Media Iran menyebut proposal 14 poin Teheran mencakup penarikan pasukan AS dari wilayah sekitar, pencabutan blokade, pembebasan aset yang dibekukan, pembayaran kompensasi, pencabutan sanksi, penghentian perang di semua front termasuk Lebanon, serta pembentukan mekanisme kontrol baru untuk selat tersebut.

Berbicara dengan syarat anonim untuk membahas diplomasi yang bersifat rahasia, pejabat senior Iran mengatakan Teheran percaya proposal terbaru untuk menunda pembahasan nuklir ke tahap akhir merupakan perubahan besar demi mempermudah tercapainya kesepakatan.

“Dalam kerangka ini, negosiasi terkait isu nuklir yang lebih rumit dipindahkan ke tahap akhir agar tercipta suasana yang lebih kondusif,” kata pejabat tersebut.


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?

Tag


TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×