Sumber: Reuters | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Presiden Amerika Serikat Donald Trump dijadwalkan menjadi tokoh utama dalam acara peringatan 250 tahun berdirinya Amerika Serikat di National Mall bulan depan. Informasi ini disampaikan penyelenggara pada Sabtu (30/5/2026), di tengah mundurnya sejumlah penampil musik yang sebelumnya dijadwalkan tampil.
Konser tersebut direncanakan sebagai upacara pembukaan Great American State Fair, sebuah acara selama 16 hari yang berlangsung pada 25 Juni hingga 10 Juli 2026. Acara ini akan digelar di sepanjang National Mall, dari Gedung Capitol hingga Monumen Washington, dan mencakup panggung konser, paviliun negara bagian, pameran, wahana, serta berbagai atraksi lainnya.
Namun, rangkaian konser pembuka itu menghadapi tantangan setelah sejumlah artis membatalkan keikutsertaan mereka. Salah satunya adalah Bret Michaels, vokalis band rock Poison, yang pada Jumat menjadi penampil kelima yang mundur. Ia menyatakan bahwa acara tersebut tidak lagi bersifat nonpartisan seperti yang ia pahami sebelumnya.
Baca Juga: Nvidia dan Microsoft Siap Luncurkan PC Windows AI Generasi Baru Pekan Depan
Penyelenggara yang tergabung dalam kelompok Freedom 250 menyebut Trump kini dijadwalkan untuk “secara langsung membuka perayaan bersejarah tersebut”. Namun, mereka belum memberikan penjelasan resmi terkait mundurnya para penampil musik, yang menimbulkan pertanyaan mengenai kelangsungan format acara yang telah direncanakan.
Trump sendiri melalui unggahan di media sosial Truth Social menyatakan bahwa rangkaian konser tersebut mungkin tidak lagi diperlukan jika para artis terus menarik diri. Ia bahkan mengusulkan kemungkinan untuk menggantinya dengan pidato di National Mall, serta menyebut dirinya sebagai daya tarik utama acara tersebut.
“Faktanya, saya menurut banyak orang adalah daya tarik nomor satu di dunia,” tulis Trump, seraya menambahkan bahwa dirinya dapat menarik audiens lebih besar dibanding Elvis Presley di masa puncaknya, bahkan tanpa gitar.
Ia juga mengatakan telah memerintahkan timnya untuk meninjau kemungkinan pelaksanaan sebuah “AMERICA IS BACK Rally”.
Kelompok Freedom 250 sendiri merupakan kemitraan publik-swasta yang dibentuk Gedung Putih untuk mengoordinasikan perayaan 250 tahun Amerika Serikat bersama berbagai lembaga federal.













