Sumber: White House | Editor: Syamsul Azhar
KONTAN.CO.ID - JAKARTA - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan optimistis dengan perkembangan negosiasi Amerika Serikat dengan Iran. Dalam sebuah kesempatan, Trump menyebutkan bahwa proses diplomatik yang berjalan sepanjang akhir pekan ini telah menunjukkan hasil yang menggembirakan.
Menurut Presiden Trump, keberhasilan negosiasi dengan Iran ini tidak terlepas dari strategi AS memblokade selat Hormuz. "Blokade itu sangat sukses, dan kombinasi lima minggu sebelum blokade sangat mematikan. Saya harap semuanya berjalan baik," ujarnya kepada wartawan saat penerbangan menuju Miami, Florida, Jumat (18/4), yang disiarkan di kanal Youtube White House.
Baca Juga: Pemerintah AS Terancam Shutdown Lagi, Donald Trump Negosiasi dengan Senat AS
Ia menambahkan bahwa Iran saat ini berada dalam posisi di mana kesepakatan menjadi masuk akal. Terkait tudingan bahwa pihak Iran membantah adanya kesepakatan, Presiden Trump menepisnya.
Trump menyebut bahwa setiap pihak memiliki dinamika domestik yang harus diakomodasi. Namun, ia menegaskan satu target utama yang tidak bisa diganggu gugat: Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir.
Proses Pengambilan Material Nuklir
Donald Trump juga menjelaskan mekanisme pasca-kesepakatan mengenai pengambilan material nuklir Iran oleh Amerika Serikat,—yang ia sebut sebagai nuclear dust—akan dilakukan dengan pengambilalihan penuh.
"Kami akan masuk dengan Iran dan mengambilnya bersama. Kami akan membawa 100% material tersebut ke Amerika Serikat setelah perjanjian ditandatangani," jelasnya.
Ia menegaskan perbedaan posisi sebelum dan sesudah kesepakatan (Before/After Compliance). "Ada perbedaan besar sebelum dan sesudah perjanjian. Jika tidak ada kesepakatan, kami akan mengambilnya dengan cara yang jauh lebih tidak ramah," tegasnya.
Baca Juga: Donald Trump Berupaya Benarkan Perang Iran, Tujuan Operasi Dinilai Berubah-ubah
Keunggulan Militer
Dalam menanggapi ancaman keamanan, Donald Trump kembali memamerkan superioritas militer AS. Ia merujuk pada insiden penembakan rudal ke aset AS di perairan.
"111 rudal ditembakkan ke aset kami, dan setiap satu rudal tersebut ditembak jatuh. Tidak pernah mendekat sama sekali," klaimnya.
Menanggapi situasi di Lebanon dan ketegangan dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, Donald Trump mengakui adanya perbedaan pandangan, namun tetap menyebutnya sebagai mitra yang baik.
Ia juga membocorkan rencana konferensi pers pada Sabtu yang akan membawa kabar positif bagi negara, meski menegaskan agenda tersebut tidak terkait langsung dengan Iran.













