kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Trump: Ini akan jadi dua minggu yang sangat, sangat menyakitkan


Rabu, 01 April 2020 / 16:52 WIB
ILUSTRASI. Presiden AS Donald Trump mendengarkan sambil berdiri di depan sebuah bagan berlabel "Goals of Community Mitigation" yang menunjukkan proyeksi kematian di Amerika Serikat akibat virus coronabaru sebanyak 1,5 juta-2,2 juta tanpa intervensi apa pun dan proye


Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Presiden Donald Trump memperingatkan tentang dua minggu yang "sangat menyakitkan" ketika Amerika Serikat (AS) bergulat dengan gelombang virus corona baru yang Gedung Putih ramalkan bisa membunuh 240.000 orang AS.

"Ini akan menjadi dua minggu yang sangat menyakitkan, sangat, sangat menyakitkan," kata Trump dalam konferensi pers di Gedung Putih, Selasa (31/3), seperti dikutip Channelnewsasia.com. Trump menggambarkan pandemi sebagai "wabah".

"Saya ingin setiap orang Amerika bersiap untuk hari-hari sulit yang terbentang di depan," ujar dia.

Baca Juga: Kasus corona melonjak, Central Park New York jadi rumahsakit lapangan

Para ahli kesehatan terkemuka mengatakan, keputusan untuk menjaga jarak sosial yang ketat adalah satu-satunya cara untuk menghentikan penularan virus corona. Bahkan, jika itu menyebabkan gangguan besar terhadap perekonomian dengan tiga perempat orang AS di bawah semacam penguncian.

"Tidak ada vaksin atau terapi ajaib. Itu hanya perilaku, masing-masing perilaku kita terjemahkan menjadi sesuatu yang mengubah perjalanan pandemi virus ini selama 30 hari ke depan," sebut Deborah Birx, Koordinator Respons Virus Corona.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×