kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   -50.000   -1,77%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Trump Klaim Xi Setuju Iran Buka Selat Hormuz, Tapi Tak Ada Tanda China Turun Tangan


Minggu, 17 Mei 2026 / 04:34 WIB
Trump Klaim Xi Setuju Iran Buka Selat Hormuz, Tapi Tak Ada Tanda China Turun Tangan
ILUSTRASI. Trump mengatakan Xi sepakat bahwa Teheran harus membuka kembali Selat Hormuz, meski China tidak memberi indikasi akan ikut menekan Iran. (KONTAN/MFA China)


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Trump, yang mengatakan kepada program “Hannity” di Fox News dalam wawancara yang ditayangkan Kamis bahwa ia mulai kehilangan kesabaran terhadap Iran, mengatakan Teheran “harus membuat kesepakatan”.

Di tengah krisis yang terus memicu guncangan ekonomi global, Iran dijadwalkan membuka kembali bursa sahamnya pada Selasa setelah sempat ditutup sejak awal serangan udara AS-Israel, kata kantor berita IRNA mengutip pejabat senior.

“Penghentian aktivitas pasar saham sejak awal perang bertujuan melindungi aset pemegang saham, mencegah transaksi akibat kepanikan, dan memungkinkan kondisi pembentukan harga yang lebih transparan,” kata Hamid Yari, wakil pengawas di Securities and Exchange Organization.

Perundingan untuk mengakhiri perang tertahan sejak pekan lalu setelah Iran dan AS saling menolak proposal terbaru masing-masing.

Araqchi pada Jumat mengatakan Iran akan menyambut masukan dari China, seraya menambahkan Teheran mencoba memberi kesempatan pada diplomasi namun tidak mempercayai AS, yang sebelumnya memotong jalur perundingan dengan melancarkan serangan udara.

Tonton: Protes Kadin China ke Prabowo Jadi Alarm Iklim Investasi Indonesia

Ketika AS dan Israel meluncurkan serangan ke Iran, mereka mengatakan salah satu tujuannya adalah melemahkan otoritas sehingga warga Iran bisa menggulingkan pemerintah.

Namun sejauh ini hanya sedikit tanda pembangkangan terorganisir di Iran selama perang berlangsung, dan kelompok HAM mengatakan pemerintah melakukan penindakan keras terhadap pihak oposisi.

Lembaga peradilan Iran pada Sabtu menyatakan 39 orang telah dieksekusi karena bekerja sama dengan badan intelijen Israel atau AS, atau terlibat dalam “teror” maupun kerusuhan bersenjata sejak perang dimulai, lapor kantor berita peradilan Mizan.

Disebutkan pula 36 pembangkang “tingkat menengah” dijatuhi hukuman penjara panjang.

Tabel: Poin Utama Krisis Selat Hormuz dan Sikap Negara-Negara Terkait

Isu Utama Detail Perkembangan Dampak/Poin Penting
Selat Hormuz Iran menutup selat secara efektif Sebelumnya mengalirkan 1/5 pasokan minyak dunia & LNG
Sikap AS Trump ingin selat dibuka, ancam lanjutkan serangan Tekanan politik & militer meningkat
Sikap China Tidak ada sinyal akan menekan Iran China kritik perang: “tidak ada alasan untuk terus berlanjut”
Minyak Iran China pembeli terbesar minyak Iran Trump pertimbangkan cabut sanksi perusahaan China
Mekanisme Iran Iran siapkan rute khusus pengaturan kapal Hanya pihak “yang bekerja sama” dengan Iran yang bisa lewat
Blokade AS AS mulai blokade pelabuhan 78 kapal dialihkan, 4 kapal dilumpuhkan
Diplomasi Pakistan menjadi mediator AS-Iran Pembicaraan damai masih buntu
Iran soal nuklir Iran menolak hentikan riset nuklir & serahkan stok uranium Jadi sumber utama tekanan AS
Bursa saham Iran Dibuka kembali Selasa setelah suspensi Upaya stabilisasi ekonomi domestik
Situasi domestik Iran Eksekusi 39 orang terkait tuduhan kolaborasi intelijen Pemerintah disebut memperketat kontrol




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×