kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.602.000   25.000   0,97%
  • USD/IDR 16.846   28,00   0,17%
  • IDX 8.937   11,28   0,13%
  • KOMPAS100 1.229   2,00   0,16%
  • LQ45 868   0,40   0,05%
  • ISSI 324   0,94   0,29%
  • IDX30 440   -0,98   -0,22%
  • IDXHIDIV20 517   -1,78   -0,34%
  • IDX80 137   0,24   0,18%
  • IDXV30 144   -0,01   0,00%
  • IDXQ30 140   -0,81   -0,58%

Trump Kucurkan Dana untuk KPR


Jumat, 09 Januari 2026 / 21:15 WIB
Trump Kucurkan Dana untuk KPR
ILUSTRASI. USA-TRUMP/ECONOMY (REUTERS/Evelyn Hockstein)


Reporter: Nina Dwiantika | Editor: Nina Dwiantika

KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali mengumbar jurus untuk menahan laju mahalnya biaya perumahan. Kali ini, Trump menginstruksikan pemerintah federal membeli obligasi hipotek senilai US$ 200 miliar.

Pembelian dilakukan melalui Federal National Mortgage Association (Fannie Mae) dan Federal Home Loan Mortgage Corporation (Freddie Mac). Langkah ini ditujukan untuk menurunkan suku bunga kredit pemilikan rumah (KPR) yang hingga kini masih bertahan di level tinggi.

Bloomberg melaporkan, Sabtu (9/1), Trump menyebut, dana tersebut akan diambil dari cadangan kas Fannie Mae dan Freddie Mac yang saat ini berada di bawah pengawasan pemerintah. Pembelian obligasi ini diharap menekan suku bunga KPR, memangkas cicilan bulanan, sekaligus membuat harga rumah terjangkau.

Kebijakan ini juga dibaca sebagai upaya Gedung Putih meredam keresahan pemilih menjelang pemilu paruh waktu November mendatang. Masalahnya, pasar perumahan AS sudah lama dibelit persoalan struktural.

Pasokan rumah yang minim membuat harga properti terus naik lebih cepat dari pertumbuhan pendapatan. Dampaknya, penyewa makin sulit membeli rumah pertama, sementara pemilik rumah enggan pindah karena masih menikmati bunga KPR lama di kisaran 3%, hasil refinancing saat pandemi.

Ekonom Redfin Daryl Fairweather menilai, langkah Trump ini lebih bersifat tambal sulam. Ia memperkirakan, intervensi pemerintah hanya akan memangkas bunga KPR sekitar 0,25%–0,5%. "Itu tidak cukup untuk mengatasi masalah utama pasar perumahan, yakni kelangkaan pasokan rumah," ungkapnya.

Baca Juga: Ketika Pintu Eksklusif Soho House Tak Lagi Tertutup Rapat

Bunga belum turun

Saat ini, suku bunga KPR 30 tahun masih bertahan di sekitar 6,2% dan belum pernah turun di bawah 6% sejak September 2022. Padahal, meski inflasi sudah melandai dari puncaknya, mahalnya biaya perumahan, pangan, dan energi masih menekan daya beli masyarakat AS.

Tak hanya itu, rencana ini juga mengandung risiko. Sejatinya, dana kas Fannie Mae dan Freddie Mac disiapkan sebagai bantalan jika ekonomi kembali tergelincir ke jurang resesi. Jika cadangan ini dikuras, ketahanan sektor pembiayaan perumahan AS bisa melemah bila pasar properti kembali terguncang.

Di sisi lain, bank sentral AS The Federal Reserve juga masih menggenggam sekitar US$ 2 triliun obligasi berbasis hipotek di neracanya, meski sudah turun dari US$ 2,7 triliun pada 2022. The Fed mulai mengurangi portofolio tersebut seiring pemulihan ekonomi pascapandemi.

Dengan total utang KPR AS yang sudah menembus US$ 21,1 triliun, upaya Trump ini bisa memberi napas bagi pasar, walaupun nafas untuk jangka pendek. Namun, tanpa pembenahan pasokan rumah, jurus moneter Trump tersebut berisiko hanya meredam gejala, bukan menyembuhkan penyakitnya. 

Baca Juga: Skandal Darurat Militer 2024: Mantan Presiden Korsel Terancam Hukuman Mati

Selanjutnya: Ketika Pintu Eksklusif Soho House Tak Lagi Tertutup Rapat

Menarik Dibaca: 5 Makanan Sehari-hari yang Bisa Bikin Tekanan Darah Naik




TERBARU

[X]
×