Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Trump Media & Technology Group (TMTG), perusahaan media sosial milik Presiden Amerika Serikat Donald Trump, menawarkan layanan berlangganan hingga US$100.000 per bulan kepada perusahaan perdagangan dan institusi keuangan untuk mendapatkan akses paling cepat terhadap unggahan Trump di platform Truth Social.
Langkah ini menjadi upaya TMTG membuka sumber pendapatan baru melalui layanan lisensi data.
TMTG juga menawarkan paket diskon sebesar US$ 60.000 per bulan bagi pelanggan yang bersedia menandatangani kontrak selama tiga tahun, menurut sejumlah sumber yang mengetahui pembahasan tersebut.
Layanan bernama Truth API itu dijadwalkan meluncur pada 1 Agustus dan akan memberikan akses tercepat terhadap unggahan dari 10 akun paling berpengaruh di Truth Social, lengkap dengan arsip unggahan sejak 2022.
Baca Juga: Trump Ancam Kanada dengan Tarif 100% Jika Lanjutkan Kesepakatan Dagang dengan China
"Truth API akan menyediakan akses tercepat terhadap unggahan akun-akun paling berpengaruh di Truth Social melalui layanan data berlisensi," demikian pernyataan TMTG saat memperkenalkan produk tersebut.
Kecepatan akses menjadi faktor penting bagi perusahaan perdagangan berfrekuensi tinggi (high-frequency trading), karena selisih waktu hanya beberapa milidetik dapat menghasilkan keuntungan besar dalam transaksi pasar.
Unggahan Trump di Truth Social kerap memengaruhi pergerakan pasar keuangan. Salah satu contohnya terjadi pada 9 April 2025, ketika indeks utama Wall Street melonjak setelah Trump mengumumkan penundaan penerapan sebagian tarif impor selama 90 hari melalui platform tersebut.
Meski berpotensi menjadi sumber pendapatan baru bagi TMTG yang selama ini menghadapi persaingan ketat dengan platform media sosial besar, layanan tersebut memicu kritik dari Partai Demokrat.
Senator Ron Wyden menilai skema itu berpotensi menguntungkan keluarga Trump sekaligus memberi keuntungan bagi pelaku perdagangan di Wall Street. Senator Elizabeth Warren juga menyebutnya sebagai upaya mengambil keuntungan dari jabatan presiden.
Sejumlah pakar etika pemerintahan turut mempertanyakan model bisnis tersebut. Presiden Citizens for Responsibility and Ethics in Washington, Donald Sherman, menyebut skema pembayaran untuk memperoleh akses lebih cepat terhadap unggahan presiden sebagai praktik yang "sangat tidak etis", meski menurutnya belum jelas apakah melanggar hukum.
Baca Juga: Trump Sebut Kedekatan Inggris Terhadap China Berbahaya, Starmer Kejar Peluang Ekonomi
Berdasarkan dokumen regulasi, Donald J. Trump Revocable Trust masih menguasai sekitar 114,75 juta saham atau sekitar 41% saham beredar TMTG.
Perwalian yang dikelola anak-anak Trump itu tetap menempatkan Trump sebagai penerima manfaat atas pendapatan yang dihasilkan.
Sementara itu, saham TMTG telah turun sekitar 27% sepanjang tahun ini dan ditutup di level US$9,66 per saham pada perdagangan Jumat, dengan kapitalisasi pasar sekitar US$2,7 miliar.













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_24062609492500.jpg)
