kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.784.000   -30.000   -1,07%
  • USD/IDR 17.344   78,00   0,45%
  • IDX 7.101   28,83   0,41%
  • KOMPAS100 958   2,89   0,30%
  • LQ45 684   1,82   0,27%
  • ISSI 255   0,38   0,15%
  • IDX30 380   1,10   0,29%
  • IDXHIDIV20 465   2,14   0,46%
  • IDX80 107   0,37   0,34%
  • IDXV30 136   1,19   0,88%
  • IDXQ30 121   0,39   0,32%

Trump Pamer “No More Mr Nice Guy”, Iran Ancam Serangan Militer Besar


Kamis, 30 April 2026 / 06:16 WIB
Trump Pamer “No More Mr Nice Guy”, Iran Ancam Serangan Militer Besar
ILUSTRASI. Presiden AS Donald Trump desak Iran bertindak cerdas, namun Teheran peringatkan aksi militer tak terduga. (REUTERS/Nathan Howard)


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - Presiden AS Donald Trump membahas langkah untuk mengurangi dampak dari kemungkinan blokade pelabuhan Iran oleh AS yang dapat berlangsung berbulan-bulan bersama para eksekutif perusahaan minyak. Hal itu diungkapkan oleh seorang pejabat Gedung Putih pada Rabu (29/4/2206). Trump juga mendesak Teheran agar segera “bertindak cerdas” dan menandatangani kesepakatan.

Mengutip Reuters, pembicaraan Trump dengan para eksekutif minyak pada Selasa dilakukan setelah upaya penyelesaian konflik mengalami kebuntuan. Kondisi tersebut membuat Amerika Serikat berupaya menekan ekspor minyak Iran melalui blokade angkatan laut, dengan tujuan memaksa Iran membuka kembali Selat Hormuz untuk pelayaran internasional.

Saat Washington dan Teheran saling melontarkan ancaman secara terbuka, Pakistan yang bertindak sebagai mediator berupaya mencegah eskalasi lebih lanjut. Kedua pihak masih saling bertukar pesan terkait potensi kesepakatan, kata seorang sumber Pakistan kepada Reuters pada Rabu.

Trump sebelumnya mengatakan Iran dapat menghubunginya jika ingin berunding. Dalam unggahan di Truth Social pada Rabu, ia juga menilai Teheran “tidak mampu beres-beres”.

Pejabat Gedung Putih mengatakan Trump dan para eksekutif minyak membahas langkah-langkah yang telah dilakukan Trump untuk meredakan tekanan di pasar minyak global, termasuk opsi mempertahankan blokade selama berbulan-bulan jika diperlukan, sekaligus meminimalkan dampaknya bagi konsumen AS.

Harga minyak naik lebih dari 6% pada Rabu, dengan kontrak Brent menyentuh level tertinggi dalam satu bulan, dipicu kekhawatiran blokade akan berlangsung lama.

Seorang pejabat senior Pentagon mengatakan perang tersebut telah menghabiskan biaya sekitar US$ 25 miliar bagi militer AS sejauh ini, menjadi estimasi resmi pertama terkait ongkos konflik.

Baca Juga: Powell Mau Tak Angkat Kaki! The Fed Bersiap Hadapi Tekanan Trump

Iran bersumpah akan terus mengganggu lalu lintas kapal di Selat Hormuz selama mereka merasa terancam. Hal ini berarti gangguan pasokan minyak Timur Tengah berpotensi berlanjut. Konflik tersebut telah menewaskan ribuan orang dan memicu gejolak ekonomi global.

Teheran pada Rabu memperingatkan akan melakukan “aksi militer yang belum pernah terjadi sebelumnya” jika AS terus memblokade kapal-kapal yang terkait dengan Iran. Trump menegaskan Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir, sementara Iran menyatakan ambisi nuklirnya bersifat damai.

“Mereka tidak tahu cara menandatangani kesepakatan non-nuklir. Mereka lebih baik segera bertindak cerdas!” kata Trump dalam unggahan media sosialnya, tanpa menjelaskan bentuk kesepakatan yang dimaksud.

Unggahan tersebut juga menampilkan gambar rekayasa Trump memakai kacamata gelap dan memegang senapan mesin, dengan tulisan: “No more Mr. Nice Guy”.

Sengketa Uranium, Ekonomi Iran Tertekan

Iran menginginkan AS mengakui haknya untuk memperkaya uranium untuk tujuan sipil yang diklaim damai. Iran memiliki stok sekitar 440 kilogram uranium yang diperkaya hingga 60%, material yang dapat digunakan untuk membuat beberapa senjata nuklir jika diperkaya lebih lanjut.

Ketua parlemen Iran sekaligus negosiator utama, Mohammad Baqer Qalibaf, mengatakan Trump berusaha memecah belah rakyat Iran dan memaksa Iran menyerah melalui blokade.

Menurut Qalibaf, solusi menghadapi “konspirasi baru musuh” hanyalah menjaga persatuan nasional.

PBB juga melaporkan Iran telah mengeksekusi sedikitnya 21 orang sejak perang dimulai dua bulan lalu, serta menangkap lebih dari 4.000 orang atas tuduhan terkait keamanan nasional, menurut Kepala HAM PBB Volker Turk.

Tonton: Blokade Hormuz Bikin Rusia Kaya Mendadak

Sebagai dampak ekonomi perang, nilai mata uang Iran jatuh ke rekor terendah pada Rabu, menurut Iranian Students’ News Agency. Inflasi untuk periode 20 Maret hingga 20 April tercatat 65,8%, kata bank sentral Iran, tren yang diperkirakan makin buruk seiring melemahnya mata uang.

Iran Minta Konflik Diakhiri Resmi Lebih Dulu

Tawaran terbaru Iran untuk menyelesaikan perang, yang negosiasinya terhenti sejak 8 April di bawah perjanjian gencatan senjata, adalah menunda pembahasan program nuklir sampai konflik benar-benar diakhiri secara formal dan masalah pelayaran diselesaikan.

Namun tawaran tersebut tidak memenuhi tuntutan Trump yang ingin isu nuklir dibahas sejak awal.

Sumber Pakistan mengatakan AS telah menyampaikan “catatan” atas proposal Iran dan kini giliran Iran untuk merespons. Iran disebut meminta waktu hingga akhir pekan.

Sementara itu, badan intelijen AS atas permintaan pejabat senior pemerintahan sedang mempelajari bagaimana respons Iran jika Trump mendeklarasikan kemenangan sepihak, menurut dua pejabat AS dan satu sumber yang mengetahui pembahasan tersebut.

Iran disebut telah memblokir hampir seluruh pelayaran dari Teluk melalui Selat Hormuz, kecuali kapal mereka sendiri, sejak serangan udara AS-Israel dimulai pada 28 Februari. Bulan ini, AS mulai memblokade kapal-kapal Iran.

Iran juga tidak lagi memiliki pemimpin ulama tunggal yang kuat di puncak kekuasaan sejak sejumlah tokoh politik dan militer senior, termasuk Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei, tewas dalam serangan AS-Israel.

Pengangkatan putra Khamenei yang terluka, Mojtaba, sebagai pengganti disebut memberi lebih banyak kekuasaan kepada komandan garis keras Garda Revolusi Iran (IRGC), menurut pejabat Iran dan analis.

Di sisi lain, Trump menghadapi tekanan domestik untuk mengakhiri perang. Publik AS juga terbebani oleh kenaikan harga bensin. Tingkat persetujuan Trump turun ke level terendah pada masa jabatan saat ini, menurut survei Reuters/Ipsos, yakni 34%, turun dari 36% pada survei sebelumnya.

Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth membela perang Iran dalam pernyataan keras di Kongres. Ia mengatakan perang tersebut bukan jebakan berkepanjangan dan menyerang anggota Partai Demokrat yang mengkritik konflik tersebut.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Capital Structure

[X]
×