kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.413.000   30.000   1,26%
  • USD/IDR 16.702   47,00   0,28%
  • IDX 8.509   -37,16   -0,43%
  • KOMPAS100 1.173   -6,40   -0,54%
  • LQ45 846   -6,27   -0,74%
  • ISSI 301   -0,86   -0,28%
  • IDX30 436   -3,82   -0,87%
  • IDXHIDIV20 504   -3,85   -0,76%
  • IDX80 132   -0,78   -0,59%
  • IDXV30 138   0,50   0,36%
  • IDXQ30 139   -1,24   -0,89%

Trump Umumkan Langit Venezuela Ditutup Total, Caracas Panik dan AS Bungkam


Minggu, 30 November 2025 / 07:38 WIB
Trump Umumkan Langit Venezuela Ditutup Total, Caracas Panik dan AS Bungkam
ILUSTRASI. Presiden AS Donald Trump berbicara selama upacara pengampunan kalkun tahunan pada Hari Thanksgiving di Rose Garden, Gedung Putih, Washington, D.C., pada 25 November 2025. REUTERS/Nathan Howard


Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengejutkan publik Venezuela setelah mengumumkan bahwa seluruh wilayah udara di atas dan sekitar Venezuela ditutup sepenuhnya. 

Pernyataan yang disampaikan lewat unggahan di Truth Social pada Sabtu (29/11/2025) itu tidak disertai penjelasan lebih lanjut, memicu kebingungan di Caracas dan pertanyaan di kalangan pejabat AS sendiri.

Dalam unggahannya, Trump menulis agar “seluruh maskapai, pilot, pengedar narkoba, dan pelaku perdagangan manusia” menganggap wilayah udara Venezuela tertutup total. 

Baca Juga: Trump Luncurkan Smartphone Rp8 Juta, Incar Konsumen Konservatif AS

Sejumlah pejabat AS yang dihubungi Reuters mengaku terkejut dan tidak mengetahui adanya operasi militer untuk menegakkan penutupan tersebut. Pentagon dan Gedung Putih pun tidak memberikan keterangan tambahan.

Pemerintah Venezuela langsung mengecam pernyataan Trump, menyebutnya sebagai ancaman kolonialis yang melanggar kedaulatan negara serta tidak sesuai dengan hukum internasional. Caracas menegaskan langkah itu sebagai tindakan sepihak dan agresif.

Dalam pernyataannya, pemerintah Venezuela menyebut AS tengah menunjukkan “ambisi kolonial” dan menyerukan komunitas internasional agar menolak tindakan yang dianggap tidak bermoral tersebut. 

Iran, sekutu Venezuela, juga mengecam langkah Trump dan menyebutnya berbahaya bagi keamanan penerbangan global.

Baca Juga: Mulai 9 Juni, Trump Melarang Warga dari 12 Negara Masuk ke AS dengan Alasan Keamanan

Pengumuman Trump muncul di tengah meningkatnya tekanan Washington terhadap Presiden Nicolás Maduro. AS sebelumnya menuduh Maduro terlibat dalam perdagangan narkoba, tuduhan yang selalu dibantah pemerintah Venezuela.

Reuters melaporkan bahwa pemerintahan Trump tengah mempertimbangkan berbagai opsi terkait Venezuela, termasuk upaya menggulingkan Maduro. 

AS juga disebut siap memasuki fase baru operasi militernya setelah pengerahan besar-besaran kekuatan di Karibia dan serangkaian serangan terhadap kapal yang dicurigai mengangkut narkoba di lepas pantai Venezuela. Trump bahkan telah mengizinkan operasi rahasia CIA di negara tersebut.

Maduro, yang berkuasa sejak 2013, berkali-kali menyatakan bahwa AS berusaha menyingkirkannya dan menegaskan bahwa rakyat serta militer Venezuela akan melawan setiap upaya intervensi.

Trump sebelumnya mengatakan kepada anggota militer bahwa AS akan segera memulai operasi darat untuk menghentikan sindikat narkoba asal Venezuela.

Baca Juga: Trump Melarang Warga dari 12 Negara Masuk ke AS dengan Alasan Keamanan, Ini Daftarnya

Warga Caracas yang berbicara kepada Reuters mengaku khawatir dengan dampak praktis dari pengumuman tersebut. Sebagian menilai langkah itu tidak adil karena bisa mengganggu mobilitas masyarakat.

“Orang perlu bepergian untuk bekerja, berbisnis, dan bertemu keluarga. Kami tidak bersalah atas situasi politik ini,” kata Manuel Romero, seorang asisten dapur.

Carmen Castillo, seorang pengacara, mengatakan pengumuman itu bisa membuat warga tak bisa menemui keluarga mereka saat liburan akhir tahun. “Kami seperti terkurung di Caracas,” ujarnya.

Pemerintah Venezuela juga menyatakan bahwa keputusan Trump sama saja dengan menghentikan penerbangan deportasi migran. Hampir 14.000 warga Venezuela telah dipulangkan dari AS dalam beberapa bulan terakhir melalui penerbangan dua kali seminggu sebagai bagian dari pengetatan kebijakan imigrasi Trump.

Baca Juga: Trump Sebut India Tawarkan Pengurangan Tarif Barang-Barang AS Jadi Nol Persen

Di Venezuela timur laut, warga melaporkan peningkatan patroli aparat keamanan serta relawan pro-pemerintah setelah serangan kapal oleh AS. Sinyal GPS di beberapa wilayah juga mengalami gangguan di tengah meningkatnya aktivitas militer AS.

Pengumuman Trump datang setelah FAA (Otoritas Penerbangan Federal AS) memperingatkan potensi bahaya bagi penerbangan yang melintas di atas Venezuela akibat situasi keamanan yang memburuk dan meningkatnya aktivitas militer di kawasan tersebut. 

Menyusul peringatan itu, Venezuela mencabut izin operasi enam maskapai internasional yang sebelumnya menangguhkan penerbangan ke negara tersebut.

Selanjutnya: Dengan QRIS Soundbox, Pembayaran Tak Lagi Perlu Dicek Manual

Menarik Dibaca: Dengan QRIS Soundbox, Pembayaran Tak Lagi Perlu Dicek Manual




TERBARU

[X]
×