CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ451.007,80   -0,91   -0.09%
  • EMAS995.000 -0,10%
  • RD.SAHAM -0.30%
  • RD.CAMPURAN -0.02%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.01%

UBS Hingga JPMorgan Turunkan Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi China


Selasa, 24 Mei 2022 / 11:55 WIB
UBS Hingga JPMorgan Turunkan Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi China
ILUSTRASI. Kontainer disusun menunggu untuk dikirim oleh kapal kargo di sebuah pelabuhan di kota Wuhan, ibukota provinsi Hubei, China. China Images via Reuters


Reporter: Adrianus Octaviano | Editor: Handoyo .

KONTAN.CO.ID - BEIJING. UBS Group AG dan JPMorgan Chase & Co. menurunkan perkiraan mereka untuk pertumbuhan ekonomi China tahun ini setelah aktivitas pada bulan April dihancurkan oleh pembatasan terkait Covid-19.

UBS memangkas perkiraan pertumbuhan produk domestik bruto tahun-ke-tahun menjadi 3% dari 4,2%. Sebelumnya, JPMorgan menurunkan perkiraan pertumbuhan China setahun penuh menjadi 3,7% dari 4,3%, juga dengan asumsi kontraksi yang dalam pada kuartal kedua karena pembatasan Covid-19

“Pembatasan yang masih ada dan kurangnya kejelasan tentang strategi keluar dari kebijakan Covid saat ini kemungkinan akan mengurangi kepercayaan perusahaan dan konsumen dan menghambat pelepasan permintaan yang terpendam,” tulis ekonom UBS termasuk Tao Wang dalam sebuah catatan penelitian dikutip dari Bloomberg, Selasa (24/5).

Baca Juga: CEO Aramco Ingatkan Ancaman Krisis Minyak Global Akibat Minimnya Investasi

Mereka juga menjelaskan sejauh mana pembatasan Covid merugikan ekonomi pada bulan April, menambahkan bahwa kemajuan menuju peningkatan transportasi dan logistik lambat. 

Pertumbuhan pada kuartal April-Juni diperkirakan melambat menjadi 1,4% dari tahun sebelumnya, kata mereka. Tak hanya itu, mereka memperkirakan PDB pada kuartal tersebut berkontraksi sebesar 8% dari kuartal sebelumnya.

Para ekonom beberapa waktu terakhir ini memang terus memangkas perkiraan mereka untuk pertumbuhan ekonomi China setelah data April yang lebih buruk dari perkiraan, dan ketika negara itu memberi sinyal bahwa pembatasan anti-Covid yang keras tidak akan hilang.

Pekan lalu, Standard Chartered Plc, Bloomberg Economics, Goldman Sachs Group Inc. dan Citigroup Inc. semuanya menurunkan perkiraan mereka.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×