kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |

Uni Eropa akan berbicara dengan AS terkait dukungan pada perjanjian nuklir Iran


Senin, 13 Mei 2019 / 17:14 WIB

Uni Eropa akan berbicara dengan AS terkait dukungan pada perjanjian nuklir Iran

KONTAN.CO.ID - BRUSSELS. Uni Eropa sepenuhnya mendukung perjanjian nuklir internasional dengan Iran dan menginginkan kekuatan saingan untuk menghindari eskalasi lebih lanjut atas masalah ini.

Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa Federica Mogherini mengatakan, pihaknya akan terus mendukungnya sebanyak yang Uni Eropa bisa dengan semua instrumen yang dimiliki dan semua kekuatan politik benua biru tersebut. 


Mogherini mengatakan hal tersebut kepada wartawan sebelum pertemuan dengan menteri luar negeri Inggris, Prancis dan Jerman, yang merupakan penandatangan kesepakatan.

Mengutip Reuters, Senin (13/5), Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo juga diperkirakan akan bertemu para pejabat Uni Eropa di Brussels pada hari Senin untuk berbicara tentang Iran.

Mogherini mengatakan, dia diberitahu pada malam kedatangan Pompeo ke Brussels di mana para menteri luar negeri Uni Eropa berkumpul untuk pertemuan bulanan reguler.

“Kami akan berada di sini sepanjang hari dengan agenda yang sibuk. Jadi kita akan melihat siang hari bagaimana dan apakah akan mengatur pertemuan. Dia selalu disambut dengan jelas, tetapi tidak ada rencana pasti saat ini, "kata Mogherini.

Pompeo sedang dalam perjalanan ke resor Laut Hitam Sochi di mana ia berencana untuk bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin dan Menteri Luar Negeri Sergei Lavrov pada hari Selasa untuk membahas Iran.

Negara-negara Eropa mengatakan pekan lalu bahwa mereka ingin mempertahankan perjanjian nuklir Iran dan menolak ultimatum dari Teheran, setelah Iran melonggarkan pembatasan pada program nuklirnya dan mengancam langkah-langkah yang mungkin melanggar pakta internasional 2015.

Langkah Iran tersebut dalam menanggapi sanksi AS yang diberlakukan setelah penarikan Donald Trump dari Amerika Serikat dari perjanjian dengan Teheran setahun yang lalu.


Sumber : Reuters
Editor: Noverius Laoli

Video Pilihan


Close [X]
×