kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.593.000   1.000   0,04%
  • USD/IDR 17.693   -14,00   -0,08%
  • IDX 6.437   -24,30   -0,38%
  • KOMPAS100 850   -5,62   -0,66%
  • LQ45 647   -3,80   -0,58%
  • ISSI 223   -0,27   -0,12%
  • IDX30 359   -2,55   -0,71%
  • IDXHIDIV20 447   -3,40   -0,76%
  • IDX80 97   -0,66   -0,67%
  • IDXV30 124   -0,63   -0,51%
  • IDXQ30 116   -0,92   -0,79%

Uni Eropa (UE) Buka Peluang Kanada Jadi Associate Member, Apa Artinya?


Rabu, 16 September 2026 / 20:28 WIB
Uni Eropa (UE) Buka Peluang Kanada Jadi Associate Member, Apa Artinya?
ILUSTRASI. Perdana Menteri Kanada Mark Carney (REUTERS/Carlos Osorio)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Uni Eropa (UE) membuka peluang untuk membentuk hubungan khusus dengan Kanada melalui status yang disebut "associate member" atau anggota asosiasi.

Wacana ini disampaikan Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen di tengah upaya Kanada memperkuat aliansi ekonomi dan keamanan dengan Eropa.

Melansir Reuters, Von der Leyen mengatakan pada Rabu (16/9/2026) bahwa dirinya ingin membuka jalan bagi Kanada untuk menjadi associate member pertama UE.

Perdana Menteri Kanada Mark Carney sebelumnya mengatakan Kanada tengah mencari bentuk "aliansi unik" dengan UE, tetapi tidak berniat menjadi anggota penuh blok tersebut.

Lantas, apa sebenarnya yang dimaksud dengan associate member?

Baca Juga: Huawei Prediksi 900 Miliar AI Agent Aktif di Dunia pada 2035

Belum ada status anggota asosiasi dalam UE

Status associate member hingga kini belum tercantum dalam traktat Uni Eropa. Namun, berbagai bentuk hubungan keanggotaan asosiasi telah beberapa kali muncul dalam perdebatan di lingkungan UE.

Salah satu contoh terbaru adalah usulan Jerman agar Ukraina memperoleh status anggota asosiasi sebagai tahap sementara sebelum menjadi anggota penuh UE.

Namun, gagasan tersebut tidak memperoleh dukungan yang cukup dari sejumlah negara anggota.

Karena itu, bentuk hubungan baru antara UE dan Kanada masih perlu dirumuskan lebih lanjut.

Baca Juga: AS Akui Tempatkan Senjata di Orbit, Persaingan Antariksa dengan China-Rusia Memanas

Kerja sama ekonomi hingga pertahanan

Kanada tengah mencari aliansi baru di tengah meningkatnya ketegangan dengan Amerika Serikat.

Presiden AS Donald Trump berulang kali melontarkan ancaman terkait kedaulatan Kanada.

Kanada dan UE sama-sama memiliki kepentingan untuk memperdalam kerja sama guna menghadapi dominasi ekonomi Amerika Serikat dan China, sekaligus mempertahankan demokrasi dan tatanan internasional berbasis aturan.

Dalam pidatonya, von der Leyen mengatakan UE dan Kanada akan membangun "common prosperity and economic space" atau ruang kemakmuran dan ekonomi bersama.

Kerja sama tersebut berpotensi mencakup manufaktur, teknologi, pertahanan, kawasan Arktik, kecerdasan buatan (AI), energi dan mineral kritis.

Kanada dan UE sebenarnya telah memiliki perjanjian perdagangan bebas melalui Comprehensive Economic and Trade Agreement (CETA).

Namun, lebih dari satu dekade setelah kesepakatan tersebut dicapai dan sembilan tahun sejak berlaku sementara, sejumlah negara UE masih belum meratifikasinya.

Baca Juga: Harga Emas Naik, Disokong Pelemahan Dolar AS dan Harga Minyak Jelang Fed Rate

Berbeda dengan keanggotaan penuh

Penerapan status associate member dapat menjadi rumit karena belum memiliki dasar hukum yang jelas dalam traktat UE.

Von der Leyen menyampaikan gagasan tersebut sebagai Presiden Komisi Eropa, lembaga eksekutif UE. Namun, keputusan akhir mengenai bentuk hubungan tersebut berada di tangan negara-negara anggota UE.

Jika status baru itu sampai dimasukkan ke dalam traktat UE, prosesnya akan jauh lebih kompleks karena membutuhkan persetujuan bulat dari seluruh 27 negara anggota serta ratifikasi secara domestik.

Sementara itu, jika Kanada ingin terintegrasi ke dalam Single Market UE, Kanada harus menyesuaikan berbagai standar dan regulasinya dengan hukum UE.

Dalam skema tersebut, Kanada berpotensi menjadi rule-taker, yakni mengikuti aturan pasar tunggal tanpa memiliki hak suara dalam pembuatan kebijakan seperti anggota penuh.

Model serupa berlaku bagi Islandia, Norwegia, Swiss dan Liechtenstein yang memiliki hubungan ekonomi sangat erat dengan UE, meski bukan anggota penuh.

Tantangannya, aturan Kanada selama ini banyak disesuaikan dengan Amerika Serikat yang merupakan mitra dagang terbesarnya.

Baca Juga: Bukan Cuma Kenaikan Suku Bunga The Fed, Pasar Cermati Pernyataan Kevin Warsh

Tak mengubah proses calon anggota UE

Wacana hubungan khusus dengan Kanada tidak akan mengubah proses aksesi negara-negara Eropa yang saat ini menjadi kandidat anggota UE.

Namun, gagasan tersebut berpotensi menimbulkan perdebatan apabila Kanada dinilai memperoleh perlakuan khusus dibandingkan negara-negara kandidat yang harus menjalani proses reformasi panjang untuk memenuhi standar UE.

Keanggotaan penuh UE hanya terbuka bagi negara-negara Eropa. Anggota penuh memperoleh akses ke pasar tunggal UE senilai sekitar €18 triliun, hak suara dan perwakilan politik, pendanaan UE serta akses terhadap mekanisme hukum melalui Pengadilan Eropa.

Ukraina sebelumnya menilai gagasan associate membership yang diusulkan Jerman tidak adil karena memberikan kesempatan untuk berpartisipasi tetapi tanpa hak suara.

UE sendiri menyatakan dapat menerima anggota baru mulai 2030. Montenegro, Albania, Ukraina dan Moldova saat ini termasuk negara kandidat yang berada pada tahap paling maju dalam proses aksesi.

Baca Juga: Broker Global Ramai-ramai Prediksi S&P 500 Tembus 8.000 pada 2026




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×