kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.799.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.900   47,00   0,26%
  • IDX 6.127   -2,81   -0,05%
  • KOMPAS100 807   -1,47   -0,18%
  • LQ45 611   -9,23   -1,49%
  • ISSI 216   0,35   0,16%
  • IDX30 348   -6,56   -1,85%
  • IDXHIDIV20 426   -11,92   -2,72%
  • IDX80 93   -0,89   -0,95%
  • IDXV30 118   -2,46   -2,04%
  • IDXQ30 112   -2,96   -2,59%

Unjuk rasa menolak kudeta militer pecah di Sudan, 7 orang tewas tertembak


Selasa, 26 Oktober 2021 / 10:48 WIB
ILUSTRASI. Pengunjuk rasa anti kudeta militer membentangkan bendera nasional Sudan di Khartoum, Sudan, 25 Oktober 2021. REUTERS/Mohamed Nureldin Abdallah


Sumber: Al Jazeera | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

Mengutip sumber anonim, kantor berita Al-Hadath milik Saudi mengatakan bahwa Perdana Menteri Abdalla Hamdok adalah salah satu tokoh yang ditangkap. Saat ini ia ada di bawah tahanan rumah.

Pasukan militer Sudan, yang tak dikenal, juga dilaporkan menangkap empat menteri kabinet, satu anggota sipil dari Dewan Penguasa yang berkuasa, dan beberapa gubernur negara bagian dan partai penguasa.

Kanal televisi Al-Arabiya yang berbasis di Dubai melaporkan, bandara Khartoum ditutup dan penerbangan internasional ditangguhkan. Sementara itu, layanan internet di Khartoum dilaporkan mati.

Sudan telah ada di bawah ancaman kudeta sejak upaya sebelumnya gagal pada bulan lalu. Sejak saat itu, militer dan sipil terus berupaya mencapai pembagian kekuasaan setelah penggulingan mantan pemimpin Omar Al-Bashir pada 2019.

Dalam beberapa bulan terakhir, koalisi kelompok pemberontak dan partai politik bersekutu dengan militer dan meminta Bashir untuk membubarkan pemerintah sipil. 

Selanjutnya: PBB: Para imigran yang ditahan di Libya ada dalam kondisi yang tidak manusiawi




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×