kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.902.000   75.000   2,65%
  • USD/IDR 16.993   -56,00   -0,33%
  • IDX 7.164   115,32   1,64%
  • KOMPAS100 989   17,12   1,76%
  • LQ45 726   9,80   1,37%
  • ISSI 256   4,80   1,91%
  • IDX30 393   4,35   1,12%
  • IDXHIDIV20 488   0,34   0,07%
  • IDX80 112   1,82   1,66%
  • IDXV30 135   -0,32   -0,24%
  • IDXQ30 128   1,24   0,98%

Untuk ketiga kalinya, China jatuhkan hukuman mati kepada warga Kanada


Kamis, 06 Agustus 2020 / 16:52 WIB
ILUSTRASI. Canada's Prime Minister Justin Trudeau walks off the stage after speaking at a Chinese New Year's celebration in Vancouver, B.C., Canada February 10, 2019. REUTERS/Ben Nelms TPX IMAGES OF THE DAY


Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

Hubungan China dan Kanada memburuk tajam setelah Kanada menahan Meng Wanzhou, kepala keuangan raksasa peralatan telekomunikasi Huawei Technologies, di Vancouver pada akhir 2018, atas surat perintah dari Amerika Serikat.

China tahun lalu menjatuhkan hukuman mati atas tuduhan narkoba dalam beberapa kasus terpisah kepada Robert Lloyd Schellenberg dan Fan Wei. Kedua pria tersebut telah mengajukan banding.

Baca Juga: WHO: Pandemi corona adalah darurat kesehatan global terburuk yang pernah kami hadapi

Dua pria Kanada lainnya yakni pengusaha Michael Spavor dan Michael Kovrig, mantan diplomat, ditahan di China beberapa hari setelah penangkapan Meng, dan didakwa pada Juni 2020 dengan spionase.

Tiongkok membantah bahwa penangkapan mereka terkait dengan kasus Meng.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×