kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.584.000   35.000   1,37%
  • USD/IDR 16.799   18,00   0,11%
  • IDX 8.945   11,20   0,13%
  • KOMPAS100 1.232   5,57   0,45%
  • LQ45 871   6,27   0,72%
  • ISSI 324   1,18   0,37%
  • IDX30 444   0,97   0,22%
  • IDXHIDIV20 521   5,04   0,98%
  • IDX80 137   0,69   0,51%
  • IDXV30 144   1,30   0,91%
  • IDXQ30 142   0,82   0,58%

UPDATE Selasa (6/1): Harga Emas Kian Dekati Rekor Tertinggi, Dipicu Risiko Geopolitik


Selasa, 06 Januari 2026 / 19:20 WIB
UPDATE Selasa (6/1): Harga Emas Kian Dekati Rekor Tertinggi, Dipicu Risiko Geopolitik
ILUSTRASI. Emas batangan (REUTERS/Hiba Kola)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Harga emas menguat tipis pada Selasa (6/1/2026), bertahan di level tertinggi dalam sepekan dan semakin mendekati rekor sepanjang masa.

Kenaikan ini ditopang oleh meningkatnya permintaan aset safe haven di tengah ketegangan geopolitik, serta ekspektasi pasar terhadap pemangkasan suku bunga oleh bank sentral Amerika Serikat (The Fed).

Melansir Reuters, harga emas spot naik 0,3% menjadi US$4.461,09 per ons troi pada pukul 11.35 GMT, setelah melonjak hampir 3% pada sesi sebelumnya.

Emas sempat mencetak rekor tertinggi sepanjang masa di level US$4.549,71 per ons pada 26 Desember lalu, dan menutup tahun 2025 dengan kenaikan 64%—capaian tahunan terbaik sejak 1979.

Baca Juga: Harga Tembaga Cetak Rekor Tertinggi, Nikel Melonjak Didukung Kebijakan Indonesia

Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Februari turut naik 0,3% ke US$4.462,60 per ons.

Analis ActivTrades, Ricardo Evangelista, mengatakan penguatan harga emas ditopang oleh kombinasi faktor geopolitik dan kebijakan moneter.

“Harga emas didukung oleh meningkatnya permintaan safe haven di tengah ketidakpastian geopolitik setelah peristiwa di Venezuela pada akhir pekan, serta oleh meningkatnya ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed menyusul rilis data PMI manufaktur AS yang mengecewakan,” ujar Evangelista.

Presiden Venezuela Nicolas Maduro pada Senin (waktu setempat) menyatakan tidak bersalah saat hadir di pengadilan New York atas dakwaan narkoterorisme serta kepemilikan senjata otomatis dan alat peledak.

Di sisi lain, aktivitas manufaktur Amerika Serikat tercatat terkontraksi lebih dalam dari perkiraan pada Desember, turun ke level terendah dalam 14 bulan terakhir. Kondisi ini memperkuat pandangan bahwa ekonomi AS mulai melambat.

Baca Juga: Diam-Diam, Menlu Israel Kunjungi Somaliland Usai Pengakuan Kemerdekaan

Presiden Federal Reserve Minneapolis Neel Kashkari pada Senin (5/1/2026) juga memperingatkan adanya risiko kenaikan tajam tingkat pengangguran, yang berpotensi meningkatkan peluang pemangkasan suku bunga.

Saat ini, pelaku pasar memperkirakan The Fed akan memangkas suku bunga setidaknya dua kali sepanjang tahun ini.

Investor juga menanti rilis data nonfarm payrolls AS bulan Desember yang dijadwalkan pada Jumat untuk mendapatkan petunjuk lebih lanjut terkait arah kebijakan moneter.

Aset yang tidak memberikan imbal hasil seperti emas umumnya diuntungkan dalam lingkungan suku bunga rendah serta pada periode ketidakpastian geopolitik maupun ekonomi.

Di pasar logam mulia lainnya, harga perak spot naik 2,4% ke US$78,31 per ons troi, setelah sebelumnya mencetak rekor tertinggi sepanjang masa di US$83,62 per ons troi pada 29 Desember.

Baca Juga: PBB Menilai Aksi Militer AS di Venezuela Menjadikan Dunia Tidak Aman

Sepanjang 2025, harga perak melonjak 147%, didorong oleh permintaan industri dan minat investor.

Harga platinum spot naik 2,3% ke US$2.323,15 per ons troi, setelah menyentuh rekor tertinggi di US$2.478,50 per ons troi pada pekan lalu. Sementara itu, palladium menguat 1,7% ke US$1.736,26 per ons troi.

Selanjutnya: Cara Membuat Akun SNPMB Sekolah untuk Jalur SNBP 2026

Menarik Dibaca: 8 Mitos tentang Kolesterol yang Tidak Perlu Dipercaya




TERBARU
Kontan Academy
Mastering Management and Strategic Leadership (MiniMBA 2026) Global Finance 2026

[X]
×