kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.968.000   52.000   1,78%
  • USD/IDR 16.723   -68,00   -0,40%
  • IDX 8.321   -659,01   -7,34%
  • KOMPAS100 1.150   -89,31   -7,20%
  • LQ45 817   -59,35   -6,77%
  • ISSI 304   -26,91   -8,14%
  • IDX30 420   -24,08   -5,42%
  • IDXHIDIV20 495   -23,91   -4,60%
  • IDX80 127   -10,17   -7,39%
  • IDXV30 138   -6,33   -4,40%
  • IDXQ30 135   -7,39   -5,18%

PBB Menilai Aksi Militer AS di Venezuela Menjadikan Dunia Tidak Aman


Selasa, 06 Januari 2026 / 18:27 WIB
PBB Menilai Aksi Militer AS di Venezuela Menjadikan Dunia Tidak Aman
ILUSTRASI. Office of the United Nations High Commissioner for Human Rights menilai tindakan AS menjadikan dunia tidak aman (REUTERS/Eduardo Munoz)


Sumber: Reuters | Editor: Harris Hadinata

KONTAN.CO.ID - BERLIN. Persatuan Bangsa-Bangsa mengecam tindakan Amerika Serikat (AS) melakukan operasi militer di Venezuela. Office of the United Nations High Commissioner for Human Rights menilai, tindakan AS tersebut melanggar hukum internasional dan menjadikan dunia tidak aman.

"Jelas bahwa operasi tersebut merusak prinsip dasar hukum internasional, bahwa negara tidak boleh mengancam atau menggunakan kekerasan terhadap integritas teritorial atau kemerdekaan politik negara mana pun," kata lembaga PBB tersebut, seperti dikutip Reuters, Selasa (6/1).

Lembaga tersebut juga mendorong negara-negara di dunia mengecam tindakan tersebut "Komunitas internasional perlu bersatu untuk menegaskan hal itu," kata Ravina Shamdasani, juru bicara Office of the United Nations High Commissioner for Human Rights.

Baca Juga: PBB Khawatir Aksi Militer AS di Venezuela Jadi Preseden Berbahaya

Selain melanggar hak asasi manusia, intervensi militer tersebut merusak arsitektur keamanan internasional dan membuat setiap negara kurang aman. "Ini mengirimkan sinyal bahwa pihak yang berkuasa dapat melakukan apa pun yang mereka inginkan," tambah Shamdasani.

Ia menegaskan, masa depan Venezuela harus ditentukan oleh rakyatnya sendiri. Selain itu, ketidakstabilan dan militerisasi lebih lanjut hanya akan memperburuk situasi hak asasi manusia di sana.

Pasukan AS menggulingkan pemimpin Venezuela Nicolas Maduro dalam operasi pada akhir pekan lalu. Maduro menghadapi empat dakwaan pidana di AS, termasuk terorisme narkoba. Wakil Presiden Venezuela Delcy Rodriguez telah dilantik sebagai presiden sementara.

Selanjutnya: Techno9 (NINE) Bagikan Perkembangan Terbaru Soal Akuisisi Tambang di Mongolia

Menarik Dibaca: Hujan Pagi Lanjut Sore Hari, Cek Prakiraan BMKG Cuaca Besok (7/1) di Jakarta




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×