kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.859.000   40.000   1,42%
  • USD/IDR 17.535   104,00   0,60%
  • IDX 6.859   -46,72   -0,68%
  • KOMPAS100 916   0,38   0,04%
  • LQ45 670   1,21   0,18%
  • ISSI 248   -2,34   -0,93%
  • IDX30 377   0,90   0,24%
  • IDXHIDIV20 461   -0,72   -0,16%
  • IDX80 104   0,22   0,22%
  • IDXV30 132   0,58   0,44%
  • IDXQ30 120   -0,91   -0,75%

USTR Greer: Perdagangan AS–China Mungkin Perlu Diperkecil


Jumat, 05 Desember 2025 / 09:18 WIB
USTR Greer: Perdagangan AS–China Mungkin Perlu Diperkecil
ILUSTRASI. Ilustrasi perang dagang Amerika dan China. KONTAN/Fransiskus Simbolon/16/05/2019


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Perdagangan antara Amerika Serikat (AS) dan China perlu lebih seimbang dan kemungkinan harus diperkecil untuk mengurangi ketergantungan kedua negara, ujar Perwakilan Dagang AS (USTR) Jamieson Greer pada Kamis (4/12/2025).

Ia menilai penurunan perdagangan barang sebesar 25% dengan China merupakan langkah “ke arah yang benar”.

Baca Juga: Masa Depan Drone DJI di AS Terancam, Desak Kongres Bertindak Cepat

“Zona pendaratan yang tepat bagi hubungan dagang dengan China adalah perdagangan yang lebih seimbang, kemungkinan lebih kecil agar kita tidak terlalu saling bergantung, dan terfokus pada barang-barang yang tidak sensitif,” kata Greer dalam konferensi kebijakan American Growth Summit di Washington.

Ia menambahkan bahwa kebijakan Presiden AS Donald Trump telah membantu mencapai keseimbangan perdagangan yang lebih baik dibanding awal masa jabatan keduanya pada Januari.

“Saya rasa tidak ada yang menginginkan konflik ekonomi besar dengan China dan itu tidak sedang terjadi,” ujarnya.

Greer menyebut AS memiliki banyak instrumen dalam hubungan dengan Beijing, mulai dari perangkat lunak hingga semikonduktor, dan banyak sekutu yang tertarik mengambil tindakan terkoordinasi. Namun untuk saat ini, stabilitas hubungan menjadi prioritas utama.

Baca Juga: Harga Beras Thailand Meroket Akibat Banjir, India-Vietnam Turun

Ia menambahkan bahwa AS perlu memperkuat produksi industri untuk barang-barang strategis, termasuk mineral kritis.

Meski hubungan dengan China dinilai stabil, Washington masih memantau situasi setiap hari.

Pernyataan Greer muncul sehari setelah Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan China berada di jalur untuk menuntaskan komitmennya dalam perjanjian dagang AS–China, termasuk pembelian 12 juta ton kedelai, yang diperkirakan selesai pada akhir Februari 2026.


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×