kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45974,33   -17,61   -1.78%
  • EMAS991.000 0,71%
  • RD.SAHAM -0.20%
  • RD.CAMPURAN 0.04%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.12%

Vaksin Covid-19 Sputnik V dari Rusia diklaim lebih mampu menahan varian Omicron


Senin, 29 November 2021 / 14:42 WIB
Vaksin Covid-19 Sputnik V dari Rusia diklaim lebih mampu menahan varian Omicron
ILUSTRASI. Botol berlabel Vaksin Covid-19 Sputnik V dan jarum suntik terlihat dalam foto ilustrasi ini yang diambil 12 Maret 2021.


Sumber: TASS | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Ancha Baranova, profesor dari School of Systems Biology George Mason University, AS, menilai, vaksin Covid-19 Sputnik V buatan Rusia mungkin menawarkan perlindungan yang sedikit lebih baik terhadap varian Omicron.

Kepada TASS, Baranova mengatakan, Sputnik V bisa saja memiliki kinerja yang sedikit lebih baik dari jenis vaksin lain. 

"Vaksin adenoviral secara umum memicu respons imun yang lebih luas daripada vaksin mRNA. Tapi, perbedaannya mungkin sangat kecil," ungkap Baranova.

Menurutnya, vaksin yang tersedia saat ini kemungkinan kurang efektif terhadap varian Omicron. Baranova mengatakan, pengujian yang sedang dilakukan oleh Pfizer akan memberikan sedikit titik terang.

"Pfizer telah mengeluarkan pernyataan bahwa mereka akan menjalankan eksperimen dalam waktu dua minggu tentang bagaimana Omicron bisa dinetralkan. Data Pfizer kira-kira akurat untuk Sputnik," lanjutnya.

Baca Juga: Khawatir kehadiran varian Omicron, Jepang tutup lagi pintu masuk untuk orang asing

Data varian Omicron atau B.1.1.529 telah GISAID pada 22 November lalu. WHO pertama kali menerima laporan munculnya varian ini dari Afrika Selatan, tepatnya di Provinsi Gauteng yang berpenduduk padat.

Sebagai langkah pencegahan, beberapa negara telah menangguhkan layanan udara dengan Afrika Selatan dan negara-negara lain di Selatan Afrika.

Meskipun demikian, sejumlah kasus yang diduga terkait dengan varian Omicron telah dilaporkan di Belanda, Republik Ceko, dan Austria. Sedangkan kasus yang dikonfirmasi varian Omicron terdapat di Belgia, Israel, Hong Kong, Jerman, Inggris, dan Italia.

Dalam laporan resminya, WHO belum bisa memastikan, apakah Omicron lebih mudah menular, misalnya, lebih mudah menyebar dari orang ke orang dibandingkan dengan varian lain, termasuk Delta. 

Belum jelas juga, apakah infeksi dari Omicron bisa menyebabkan penyakit yang lebih parah dibanding infeksi varian lain, termasuk Delta.

Data awal menunjukkan, ada peningkatan tingkat rawat inap di Afrika Selatan, tetapi ini mungkin disebabkan oleh peningkatan jumlah keseluruhan orang yang terinfeksi, bukan akibat infeksi Omicron.

Terkait efektivitas vaksin, WHO memastikan, vaksin tetap penting untuk mengurangi gejala parah dan kematian. Menerima vaksin saat ini masih menjadi langkah terbaik.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×