kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.788.000   -12.000   -0,43%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Varian Delta menyebar ke 3 provinsi di China, ratusan ribu penduduk terkunci


Kamis, 29 Juli 2021 / 17:44 WIB
ILUSTRASI. Orang-orang berbaris di tempat tes COVID-19 di luar pusat perbelanjaan di Distrik Jiangning, menyusul kasus baru virus corona di Nanjing, Provinsi Jiangsu, China, 21 Juli 2021. cnsphoto via REUTERS 


Sumber: Channel News Asia | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - BEIJING. China pada Kamis (29 Juli) melaporkan wabah kecil COVID-19 yang didorong oleh varian Delta di tiga provinsi, ketika klaster yang terkait dengan bandara menyebar meskipun ada pengujian massal dan vaksinasi.

Gejolak infeksi dimulai setelah sembilan pekerja di bandara Nanjing dinyatakan positif pada 20 Juli lalu. Sejak itu, sebanyak 171 kasus terdeteksi di Provinsi Jiangsu. Dan, infeksi menyebar ke setidaknya empat provinsi lain.

Ini adalah penyebaran terbesar secara geografis selama beberapa bulan terakhir, menantang upaya penahanan agresif China yang mengandalkan pengujian massal, penguncian  wilayah, dan pelacakan kontak cepat.

Virus corona baru pertama kali muncul di pusat Kota Wuhan, China Tengah. Tetapi, negeri tembok raksasa berhasil memadamkan sebagian besar pandemi di dalam perbatasannya, memungkinkan ekonomi untuk pulih.

Baca Juga: Infeksi melonjak, China laporkan kasus COVID-19 tertinggi sejak akhir Januari

Wabah baru, ditambah dengan kasus COVID-19 yang merembes di perbatasan yang keropos dengan Myanmar, mengancam rekor itu.

Para pejabat di Jiangsu telah mengunci ratusan ribu penduduk, Lu Jing, anggota Satuan Tugas Penanganan COVID-19, mengatakan kepada wartawan, Kamis.

"Kafe internet, pusat kebugaran, bioskop, dan bar karaoke, bahkan perpustakaan di Nanjing telah ditutup," katanya, seperti dikutip Channel News Asia.

Menurut Lu, Kota Nanjing telah melakukan tes COVID-19 terhadap semua penduduk yang berjumlah 9,2 juta sebanyak dua kali. Hanya, dia menambahkan, varian Delta yang sangat menular merupakan tantangan bagi upaya penahanan.

Selanjutnya: Kota di China ini minta warga tak bepergian, saat 9 pekerja bandara positif COVID-19




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×