kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45767,85   3,24   0.42%
  • EMAS888.000 0,11%
  • RD.SAHAM -0.17%
  • RD.CAMPURAN -0.05%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.12%

Virus corona merebak di Timur Tengah, sudah enam negara terjangkit


Senin, 24 Februari 2020 / 23:45 WIB
Virus corona merebak di Timur Tengah, sudah enam negara terjangkit
ILUSTRASI. Seorang petugas medis Irak memeriksa suhu penumpang, di tengah wabah virus corona baru, saat kedatangan di Bandara Najaf, Irak, 21 Februari 2020.

Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - DUBAI. Penyebaran virus corona baru makin menjadi di Timur Tengah, setelah Kuwait, Bahrain, Oman, dan Irak, Senin (24/2), mengonfirmasi kasus Covid-19 pertama mereka.

Sebelumnya, Uni Emirat Arab jadi negara Timur Tengah pertama yang melaporkan kasus virus corona, menyusul kemudian Iran. Di negeri Mullah, Covid-19 mengamuk, menewaskan 12 orang dan menginfeksi 61 lainnya.

Mengutip Reuters, Kementerian Kesehatan Oman mengatakan, dua perempuan warga negaranya positif terkena virus corona setelah tiba dari Iran. Otoritas penerbangan sipil Oman langsung menyetop semua penerbangan ke Republik Islam.

Baca Juga: Duh, gara-gara kelelahan, 3.000 staf medis di China terjangkit virus corona

Sedang Irak menyatakan, virus corona baru terdeteksi pada seorang mahasiswa teologi warga negara Iran di Najaf, yang datang ke negeri seribu satu malam sebelum larangan masuk bagi orang non-Irak yang datang dari Iran.

Kuwait mencatat Covid-19 menjangkiti tiga orang di antara 700 orang yang dievakuasi pada Sabtu (22/1) dari Kota Mashhad, Iran. Ketiganya adalah pria Kuwait berusia 53 tahun, pria Arab Saudi berusia 61 tahun, dan pria 21 tahun yang kewarganegaraannya tidak jelas.

Di Bahrain, melansir Reuters, Kementerian Kesehatan menyebutkan, seorang warga negara Bahrain yang datang dari Iran terdiagnosis mengidap virus corona.

Baca Juga: Makin ganas, virus corona sudah menewaskan 12 orang di Iran

Kekhawatiran pandemi Covid-19 tumbuh setelah kenaikan tajam dalam kasus baru di Iran, Italia, dan Korea Selatan. Virus ini telah menginfeksi hampir 77.000 orang dan membunuh lebih dari 2.500 di Cina.

Qatar Airways mengatakan pada Senin (24/2), mereka meminta penumpang yang tiba dari Iran dan Korea Selatan untuk tetap berada di rumah atau fasilitas karantina selama 14 hari. Qatar belum mencatat kasus virus corona.

Sementara Uni Emirat Arab (UEA), melansir kantor berita WAM, pada Senin (24/2) melarang warganya melakukan perjalanan ke Iran dan Thailand karena kekhawatiran terhadap virus corona.

Baca Juga: WHO tidak tetapkan wabah virus corona sebagai pandemi, ini alasannya

UAE, pusat transit penerbangan utama serta pusat pariwisata dan bisnis, telah mencatat 13 kasus Covid-19 sejak 28 Januari. Dua yang terbaru adalah turis Iran dan istrinya.

Kuwait Airways dan Iraq Airways pekan lalu menangguhkan penerbangan ke Iran. Irak telah menutup perbatasan Safwan dengan Kuwait untuk para pelancong dan pedagang atas permintaan Kuwait.

Reuters melaporkan, Wakil Menteri Kesehatan Iran Iraj Harirchi mengatakan, 12 orang meninggal dan 61 orang terinfeksi di negaranya. Sebagian besar infeksi terjadi di kota suci Syiah, Qom.



TERBARU

[X]
×