kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.670.000   -48.000   -1,77%
  • USD/IDR 17.709   -62,00   -0,35%
  • IDX 6.518   -3,63   -0,06%
  • KOMPAS100 848   -0,96   -0,11%
  • LQ45 642   0,75   0,12%
  • ISSI 229   -1,10   -0,48%
  • IDX30 359   0,71   0,20%
  • IDXHIDIV20 438   1,12   0,26%
  • IDX80 97   -0,06   -0,06%
  • IDXV30 122   -0,08   -0,06%
  • IDXQ30 114   0,40   0,35%

Volkswagen Kejar Kesepakatan Restrukturisasi, 50.000 Pekerjaan Terancam Hilang


Sabtu, 29 Agustus 2026 / 16:01 WIB
Volkswagen Kejar Kesepakatan Restrukturisasi, 50.000 Pekerjaan Terancam Hilang
ILUSTRASI. Volkswagen logo (REUTERS/Matthias Rietschel)


Sumber: Reuters | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - BERLIN. Salah satu tokoh kunci dalam upaya menyepakati rencana restrukturisasi Volkswagen AG, Perdana Menteri negara bagian Lower Saxony Olaf Lies, mengatakan ada tekanan besar pada semua pihak untuk mencapai kesepakatan dalam beberapa hari mendatang.

Dewan pengawas produsen mobil terbesar di Eropa ini dijadwalkan bertemu pada 4 September 2026 untuk membahas rencana pemulihan yang berpotensi melibatkan pengurangan puluhan ribu pekerjaan tambahan. 

Isu ini telah membenturkan manajemen VW dengan serikat pekerja dan pemerintah negara bagian Jerman, yang merupakan pemegang saham terbesar kedua perusahaan tersebut.

Baca Juga: Nepal Butuh Dana hingga US$5 Miliar untuk Pulihkan Kerusakan Banjir

"Saya sangat mendesak untuk kita memanfaatkan waktu yang tersisa hingga pertemuan berikutnya untuk menyatukan berbagai posisi yang berbeda," ujarnya dalam sebuah taklimat dengan para wartawan pada hari Jumat (29/8).

Ia mengatakan tantangan bisnis yang dihadapi Volkswagen—yang sedang berjuang menghadapi tarif yang mahal, penurunan permintaan, dan persaingan yang meningkat dari Tiongkok—perlu ditangani segera. Namun, ia juga mengatakan bahwa posisi grup tersebut dalam lanskap industri yang lebih luas harus turut dipertimbangkan.

"Dengan fasilitas-fasilitasnya di Lower Saxony dan seluruh Jerman, puluhan ribu karyawannya beserta keluarga mereka, serta para pemasok dan penyedia layanannya, Volkswagen juga memikul tanggung jawab yang sangat besar terhadap perekonomian dan masyarakat luas," katanya.

CEO VW, Oliver Blume, ingin melipatgandakan rencana pengurangan pekerjaan hingga mencapai 50.000 orang, serta kemungkinan menutup pabrik dan memisahkan beberapa divisi perusahaan sebagai langkah radikal untuk memangkas biaya di seluruh grup.

Hal itu telah memicu penentangan keras dari serikat pekerja dan kekhawatiran mendalam dari pihak Lower Saxony, yang memiliki hak suara minoritas yang cukup untuk memblokir keputusan (hak veto).

Kedua belah pihak sedang mengupayakan kompromi yang kemungkinan besar akan berfokus pada skala pengurangan pekerjaan dan rencana masa depan bagi pabrik-pabrik yang berisiko, menurut sumber-sumber yang mengetahui diskusi tersebut.

"Saya yakin kita harus menemukan solusi yang layak di sini," kata Lies. 

Ia mengatakan VW selama ini selalu memadukan kehati-hatian ekonomi dengan tanggung jawab sosial, dan solusi yang sedang kita cari sekarang harus diukur berdasarkan standar tersebut. 

Komite eksekutif VW dijadwalkan untuk mengadakan pertemuan pada hari Kamis, sehari sebelum rapat dewan pengawas, guna meninjau situasi terkini.

Baca Juga: OpenAI Putus Layanan AI ke Cursor Milik SpaceX, Konflik dengan Musk Memanas




TERBARU

[X]
×