kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.002   58,00   0,32%
  • IDX 5.940   -59,02   -0,98%
  • KOMPAS100 767   -10,79   -1,39%
  • LQ45 582   -5,30   -0,90%
  • ISSI 205   -3,23   -1,55%
  • IDX30 330   -2,90   -0,87%
  • IDXHIDIV20 405   -3,26   -0,80%
  • IDX80 87   -1,19   -1,35%
  • IDXV30 110   -1,37   -1,23%
  • IDXQ30 106   -0,78   -0,73%

Wabah baru COVID-19 di China semakin meluas, melanda 14 provinsi


Senin, 01 November 2021 / 15:51 WIB
ILUSTRASI. Orang-orang yang memakai masker pelindung menaiki eskalator di dalam stasiun kereta bawah tanah, menyusul kasus baru penyakit virus corona atau COVID-19, di Shanghai, China, 5 Agustus 2021. REUTERS/Aly Song.


Sumber: Global Times | Editor: S.S. Kurniawan

"Mereka harus mengambil pendekatan laissez-faire karena mereka tidak memiliki kapasitas untuk menjalankan kebijakan seperti itu (tolereansi nol), yang membutuhkan penyatuan semua sumber daya. Hanya China yang bisa melakukan ini, dan terbukti sukses," ujar dia.

Pakar pernapasan terkemuka China Zhong Nanshan yakin, wabah baru COVID-19 di China bisa dikendalikan secara efektif dalam waktu satu bulan.

Sistem Prediksi Global Pandemi COVID-19 yang dikembangkan oleh para peneliti dari Pusat Inovasi Kolaborasi untuk Keamanan Ekologis Barat Universitas Lanzhou menunjukkan, kebangkitan wabah baru CIVID-19 akan dikendalikan sebelum 9 November. 

Total kasus yang terkonfirmasi bakal tetap di China, di kisaran 415 hingga 771.

Selanjutnya: Demi berantas kasus COVID-19, China lockdown 3 kota berpenduduk 6 juta




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×