kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.660.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.935   -9,00   -0,05%
  • IDX 5.896   -102,90   -1,72%
  • KOMPAS100 764   -13,28   -1,71%
  • LQ45 584   -4,02   -0,68%
  • ISSI 203   -5,25   -2,52%
  • IDX30 331   -1,77   -0,53%
  • IDXHIDIV20 408   -0,87   -0,21%
  • IDX80 87   -1,24   -1,41%
  • IDXV30 110   -1,47   -1,32%
  • IDXQ30 107   -0,13   -0,12%

Wabah baru COVID-19 meluas, China hadapi ancaman ganda cuaca dingin dan varian Delta


Senin, 08 November 2021 / 16:11 WIB
ILUSTRASI. Seorang penjaga keamanan berdiri di dekat kode QR untuk memeriksa status kesehatan orang-orang di tengah hujan salju, di pintu masuk Kota Terlarang di Beijing, Cina, Minggu (7/11/2021), di tengah wabah baru COVID-19. REUTERS/Tingshu Wang.


Sumber: Global Times,Reuters | Editor: S.S. Kurniawan

"Kami dulu menganggap COVID-19 memiliki insiden rendah pada anak-anak, tetapi karena pandemi telah menyebar secara global, kami telah melihat peningkatan infeksi pada anak-anak," katanya, seperti dikutip Global Times.

"Dengan tingkat penyakit parah dan kematian melebihi influenza di beberapa negara dan tingkat rawat inap untuk anak-anak sekarang lebih dari 10 kali lebih tinggi dari awal tahun ini," ungkap Wang.

Kekebalan anak adalah bagian dari strategi China untuk mencapai kekebalan kelompok melalui vaksinasi. 

Vaksin yang digunakan China telah menunjukkan tingkat kekebalan yang kuat dalam uji klinis dan reaksi merugikan di antara anak-anak tidak lebih tinggi dari orang dewasa, Wang menambahkan.

Selanjutnya: Gagal tangani wabah baru COVID-19, belasan pejabat daerah di China dipecat




TERBARU

[X]
×