Sumber: Reuters | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID – SYDNEY. Sejumlah warga negara Australia yang berada di kapal pesiar mewah berbendera Belanda, MV Hondius, kembali ke Australia pada Jumat (15/5/2026) setelah terjadi wabah mematikan hantavirus di kapal tersebut.
Setibanya di Australia, mereka akan menjalani isolasi selama sedikitnya tiga pekan di fasilitas karantina pemerintah.
Media lokal melaporkan, empat warga negara Australia, satu penduduk tetap Australia, serta satu warga Selandia Baru tiba di pangkalan angkatan udara Australia dekat Perth, Australia Barat, menggunakan penerbangan carteran pemerintah.
Menteri Kesehatan Federal Australia, Mark Butler, mengatakan seluruh anggota rombongan tersebut telah dinyatakan negatif hantavirus dan tidak menunjukkan gejala sebelum menaiki penerbangan dari Belanda.
"Mereka akan segera dibawa ke fasilitas karantina yang lokasinya praktis berada tepat di sebelah, dan mereka akan menjalani tes kembali," ujar Butler kepada Sky News.
Baca Juga: Trump: Saya dan Xi Sepakat Cegah Iran Miliki Senjata Nuklir
Menurut data World Health Organization, sebanyak 11 penumpang di kapal MV Hondius telah terinfeksi hantavirus dan tiga di antaranya meninggal dunia akibat wabah tersebut.
WHO merekomendasikan masa karantina selama 42 hari bagi seluruh penumpang kapal. Meski demikian, para ahli kesehatan meminta masyarakat tetap tenang karena hantavirus dinilai jauh lebih rendah tingkat penularannya dibandingkan COVID-19 serta memiliki risiko kecil terhadap masyarakat luas.
Hantavirus umumnya menyebar melalui hewan pengerat seperti tikus. Namun, dalam kasus yang jarang terjadi, virus ini juga dapat menular antar manusia.
Berdasarkan penjelasan WHO, gejala hantavirus biasanya diawali dengan kondisi mirip flu, seperti kelelahan dan demam, yang dapat muncul dalam rentang satu hingga delapan minggu setelah paparan virus.













