kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45770,96   1,15   0.15%
  • EMAS930.000 0,22%
  • RD.SAHAM -0.09%
  • RD.CAMPURAN -0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.02%

Walau tidak memiliki cukup dana, Filipina tetap perpanjang partial lockdown


Selasa, 07 April 2020 / 15:04 WIB
Walau tidak memiliki cukup dana, Filipina tetap perpanjang partial lockdown
ILUSTRASI. Presiden Rodrigo Duterte. REUTERS/Dondi Tawatao

Reporter: Handoyo | Editor: Handoyo .

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Presiden Filipina Rodrigo Duterte telah memperpanjang hingga 30 April penutupan di sebagian negara itu (partial lockdown). Kebijakan itu akan mempengaruhi sekitar 57 juta orang di pulau utara Luzon.

Dikutip dari aljazeera, karantina komunitas yang Duterte nyatakan pada pertengahan Maret untuk membantu menahan penyebaran virus corona yang mematikan. Dalam kebijakan sebelumnya, penutupan di sebagian negara itu akan berakhir pada hari Minggu, 12 April.

Baca Juga: Kemenkes menetapkan status PSBB untuk wilayah Provinsi DKI Jakarta

Dalam pidato yang disiarkan televisi pada Senin malam, Duterte mengisyaratkan keputusan itu ketika dia mengatakan dia "cenderung" untuk memperpanjang penguncian sampai akhir April. Namun, kata Duterte, negara itu tidak memiliki cukup dana untuk mempertahankan penguncian yang diperpanjang dan meminta dukungan keuangan dari bisnis swasta.

Tetapi pada hari Selasa, Sekretaris Kabinet Carlo Nograles mengatakan keputusan untuk memperpanjang penguncian telah dibuat, berdasarkan rekomendasi dari komite antar-lembaga yang dibentuk untuk menangani keadaan darurat kesehatan.

Baca Juga: PHRI mencatat sudah ada 1.266 hotel tutup akibat virus corona

Penguncian Luzon, pulau terbesar di negara itu, telah ada sejak 17 Maret. Itu dilihat sebagai perluasan dari tatanan sebelumnya yang hanya mencakup Metro Manila, ibukota yang luas dengan populasi lebih dari 12 juta orang.

Sejak saat itu, para eksekutif provinsi dan kota di bagian lain negara tersebut juga telah menerapkan versi penguncian mereka sendiri, menempatkan hampir seluruh negara lebih dari 104 juta di bawah karantina, dengan penerbangan komersial dan pengiriman dilarang dan transportasi darat di bawah batasan.




TERBARU

[X]
×