kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.740.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.708   -71,00   -0,40%
  • IDX 6.526   24,10   0,37%
  • KOMPAS100 849   6,96   0,83%
  • LQ45 645   5,86   0,92%
  • ISSI 228   -0,31   -0,14%
  • IDX30 360   3,72   1,04%
  • IDXHIDIV20 437   4,19   0,97%
  • IDX80 97   0,82   0,85%
  • IDXV30 121   0,51   0,43%
  • IDXQ30 114   1,21   1,07%

Warga timbun makanan, Jepang mulai krisis bahan pangan


Rabu, 16 Maret 2011 / 10:48 WIB
ILUSTRASI. Pengunjung mendapat penjelasan soal hunian yang ditawarkan di pameran Indonesia Properti Expo di Jakarta Convention Center.


Sumber: Bloomberg | Editor: Rizki Caturini

TOKYO. Warga Tokyo mulai panik ketika bahan pangan dan kebutuhan pokok sehari-hari di Jepang mulai langka. Masuhiro Ogura, salah satu pedagang beras di Tokyo mengimbau para pelanggannya untuk menahan diri untuk membeli beras lebih banyak lagi jika persediaan beras di rumah mereka masih ada.

Sebab, warga Tokyo sudah mulai menimbun bahan pangan dan mengosongkan persediaan di toko-toko. Rak-rak makanan, air serta tisu sudah kosong. Pom bensin pun sudah kehabisan persediaan, sebab banyak masyarakat yang membeli secara berlebihan untuk mengantisipasi dampak radiasi nuklir makin buruk.

Menteri Pertanian Jepang Michihiko Kano mengatakan, dengan banyaknya penimbun, menyebabkan pemerintah sulit mengirim bahan makan ke jutaan korban gempa dan tsunami lainnya yang juga membutuhkan makanan.

Supermarket 7-Eleven di Jepang pun sudah mulai kehabisan persediaan barang untuk dijual. "Masyarakat banyak membeli baterei, tisu dan bahan makan secara berlebihan," kata Hirotake Henmi, juru bicara Seven & I Holdings Co.

Keadaan ini sudah mulai terjadi sejak dua hari lalu. Masyarakat telah membeli 10 kali tisu lebih banyak dibanding biasanya. Toko makanan menjual sembilan kali lebih banyak daging ayam dibanding biasanya.






TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×