kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

Warganya diadili atas tuduhan mata-mata oleh China, PM Kanada meradang


Selasa, 23 Juni 2020 / 09:12 WIB
ILUSTRASI. Canada's Prime Minister Justin Trudeau walks off the stage after speaking at a Chinese New Year's celebration in Vancouver, B.C., Canada February 10, 2019. REUTERS/Ben Nelms TPX IMAGES OF THE DAY


Sumber: AFP | Editor: Tendi Mahadi

Australia, Inggris, Prancis, Jerman, dan lainnya juga telah menekan China atas penahanan orang-orang Kanada.

Trudeau pun berterima kasih kepada para sekutunya karena bersuara untuk menentang langkah Beijing atas apa yang oleh para pengamat digambarkan sebagai diplomasi sandera.

Baca Juga: Warning WHO: Kasus virus corona melonjak di negara-negara besar, terutama Brasil

"Sekutu kita di seluruh dunia sangat prihatin tentang nasib warga Kanada karena mereka tahu betul bahwa suatu hari nanti giliran mereka," ungkapnya.

Kovrig dan Spavor ditahan pada Desember 2018, sembilan hari setelah Meng ditangkap di Kanada dengan surat perintah AS.

Amerika Serikat ingin mengadilinya atas tuduhan penipuan terkait dugaan pelanggaran telekomunikasi AS atas sanksi AS terhadap Iran.




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×