kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.602.000   25.000   0,97%
  • USD/IDR 16.846   28,00   0,17%
  • IDX 8.937   11,28   0,13%
  • KOMPAS100 1.229   2,00   0,16%
  • LQ45 868   0,40   0,05%
  • ISSI 324   0,94   0,29%
  • IDX30 440   -0,98   -0,22%
  • IDXHIDIV20 517   -1,78   -0,34%
  • IDX80 137   0,24   0,18%
  • IDXV30 144   -0,01   0,00%
  • IDXQ30 140   -0,81   -0,58%

Warganya diadili atas tuduhan mata-mata oleh China, PM Kanada meradang


Selasa, 23 Juni 2020 / 09:12 WIB
Warganya diadili atas tuduhan mata-mata oleh China, PM Kanada meradang
ILUSTRASI. Canada's Prime Minister Justin Trudeau walks off the stage after speaking at a Chinese New Year's celebration in Vancouver, B.C., Canada February 10, 2019. REUTERS/Ben Nelms TPX IMAGES OF THE DAY


Sumber: AFP | Editor: Tendi Mahadi

Australia, Inggris, Prancis, Jerman, dan lainnya juga telah menekan China atas penahanan orang-orang Kanada.

Trudeau pun berterima kasih kepada para sekutunya karena bersuara untuk menentang langkah Beijing atas apa yang oleh para pengamat digambarkan sebagai diplomasi sandera.

Baca Juga: Warning WHO: Kasus virus corona melonjak di negara-negara besar, terutama Brasil

"Sekutu kita di seluruh dunia sangat prihatin tentang nasib warga Kanada karena mereka tahu betul bahwa suatu hari nanti giliran mereka," ungkapnya.

Kovrig dan Spavor ditahan pada Desember 2018, sembilan hari setelah Meng ditangkap di Kanada dengan surat perintah AS.

Amerika Serikat ingin mengadilinya atas tuduhan penipuan terkait dugaan pelanggaran telekomunikasi AS atas sanksi AS terhadap Iran.




TERBARU

[X]
×