kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.733.000   -10.000   -0,36%
  • USD/IDR 17.931   -99,00   -0,55%
  • IDX 5.747   404,51   7,57%
  • KOMPAS100 759   60,97   8,73%
  • LQ45 569   42,24   8,01%
  • ISSI 197   12,24   6,63%
  • IDX30 323   24,38   8,17%
  • IDXHIDIV20 398   27,88   7,53%
  • IDX80 86   6,64   8,36%
  • IDXV30 108   6,11   5,97%
  • IDXQ30 104   7,83   8,16%

Warren Buffett gagal akuisisi, sinyal bahwa pasar saham sudah terlalu mahal?


Rabu, 04 Desember 2019 / 09:08 WIB
ILUSTRASI. Warren Buffett. REUTERS/Rick Wilking/File Photo


Sumber: Forbes | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Warren Buffett masih terus melanjutkan pencariannya untuk “akuisisi seukuran gajah” meskipun sejauh ini sia-sia. Berkshire Hathaway telah mengalami kesulitan menghabiskan tumpukan uang yang besar dalam beberapa tahun terakhir, sehingga menambah tekanan pada Buffett untuk menjaga pengembalian saham yang tinggi yang membuatnya terkenal sebagai investor.

Akuisisi besar terakhir yang dilakukan perusahaannya adalah pada tahun 2016, ketika Berkshire membeli perusahaan luar angkasa Precision Castparts dengan nilai mencapai US$ 32 miliar.

Baca Juga: Bos Louis Vuitton ancam posisi Jeff Bezos dan Bill Gates sebagai orang terkaya dunia

Perusahaan konglomerat investasi yang berbasis di Omaha, Nebraska, ini dikenal akan portofolio bisnis keluarga yang dibangunnya, yang memadukan berbagai perusahaan ritel, asuransi, dan energi. Kepemilikan saham teratas Berkshire termasuk Coca-Cola, Bank of America, Wells Fargo, American Express dan Kraft Heinz.




TERBARU

[X]
×