kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.711.000   2.000   0,07%
  • USD/IDR 17.818   -194,00   -1,08%
  • IDX 6.008   121,62   2,07%
  • KOMPAS100 794   18,85   2,43%
  • LQ45 597   10,61   1,81%
  • ISSI 206   5,10   2,54%
  • IDX30 339   4,60   1,38%
  • IDXHIDIV20 418   3,54   0,86%
  • IDX80 90   1,96   2,24%
  • IDXV30 113   2,76   2,50%
  • IDXQ30 109   1,12   1,03%

Warren Buffett jatuhkan pilihan investasi ke Jepang


Senin, 21 November 2011 / 15:43 WIB
ILUSTRASI. Promo Richeese Factory Flash Sale 30 Desember 2020 menawarkan 8 fire chicken mulai dari harga Rp 100.000. Dok: Instagram Richeese Factory


Reporter: Dyah Megasari, Bloomberg |

IWAKI. Meski sudah memasuki usia 81 tahun, investor kelas Dunia yaitu Warren Buffet terus mencari ladang investasi. Hari ini, ia mengunjungi Jepang untuk pertama kalinya sejak Negeri Matahari terbit itu diguncang gempa pada Maret silam.

Kunjungannya dinilai oleh pasar sebagai cahaya baru bagi iklim investasi di Jepang. Ia meresmikan Tungaloy Corp yang seharusnya sudah diresmikan Maret lalu. "Ini adalah hari yang indah bagi saya. Dunia terus memandang Jepang dan daerah ini," ujar Buffet yang merupakan chairman Berkshire Hathaway. Ia menilai di tengah kondisi krisis yang terjadi di Eropa, Jepang menjadi pilihan investasi yang menarik.

Iscar Metalworking Cos, perusahaan asal Israel yang diakuisisi Berkshire pada tahun 2008 mengambil alih 71,5% saham Tungaloy yang merupakan produsen suku cadang mobil dan pesawat.

"Kenyataan bahwa investor terkenal, kelas dunia seperti Buffett mengunjungi daerah yang baru saja terkena bencana merupakan bukti bahwa kami memiliki iklim investasi yang baik," terang Shuhei Abe, president Tokyo Sparx Group Co. Ia berharap, Buffet lebih banyak melakukan investasi di Jepang.

Buffet memperluas portfolio investasi Berkshire Omaha yang berbasis di Nebraska. Belum lama ini ia menginvestasikan dana sebesar US$ 10 miliar di International Business Machines Corp (IBM) dan menyuntikkan US% 5 miliar di Bank of America (BAC) yang tengah kehausan modal.




TERBARU

[X]
×