kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.836.000   17.000   0,93%
  • USD/IDR 16.720   -165,00   -1,00%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Warren Buffett Tahu Sesuatu yang Tidak Diketahui Wall Street?


Jumat, 20 Desember 2024 / 22:15 WIB
Warren Buffett Tahu Sesuatu yang Tidak Diketahui Wall Street?
Chairman Berkshire Hathaway, Warren Buffett, dikenal sebagai investor nilai yang membeli saham yang diperdagangkan di bawah nilai intrinsiknya.


Sumber: The Motley Fool | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  Chairman Berkshire Hathaway, Warren Buffett, dikenal sebagai investor nilai. Strategi investasi ini berfokus pada membeli saham yang diperdagangkan di bawah nilai intrinsiknya. 

Meski terlihat sederhana, pendekatan ini sulit diterapkan karena saham yang murah sering kali dijual murah karena alasan tertentu. Investor harus menentukan apakah saham tersebut benar-benar undervalued atau justru menjadi perangkap nilai.

Salah satu saham di portofolio Berkshire yang memunculkan perdebatan ini adalah Sirius XM Holdings (SIRI). Saham perusahaan audio digital ini telah turun hampir 58% sepanjang tahun 2024. Bahkan, beberapa analis Wall Street baru-baru ini menurunkan peringkatnya. 

Baca Juga: 5 Metode Warren Buffett untuk Kelompok Kelas Menengah yang Ingin Kaya Raya

Namun, Berkshire terus membeli saham ini sepanjang tahun. Apakah Warren Buffett memiliki pandangan berbeda dibandingkan Wall Street?

Sirius XM mengoperasikan layanan radio satelit Sirius dan platform streaming musik Pandora. 

Awal tahun ini, perusahaan memisahkan diri dari Liberty Media untuk menyederhanakan struktur perusahaan, sekaligus melakukan pemecahan saham terbalik 1:10 guna meningkatkan daya tarik sahamnya. 

Selain itu, Sirius mengembangkan platform podcastnya dengan membeli hak distribusi dan iklan eksklusif untuk acara populer seperti Call Her Daddy dan Smartless.

Strategi ini menarik perhatian Buffett, yang dikenal menyukai kisah pemulihan. Selain itu, Sirius menawarkan dividen dengan hasil 4,6% dan mempertimbangkan pembelian kembali saham, memberikan peluang pendapatan pasif bagi investor.

Baca Juga: Investor di Wall Street Tengah Menanti Aksi Warren Buffett untuk Borong Saham Ini

Namun, rencana pemulihan Sirius tampaknya membutuhkan waktu. Dalam pembaruan strategisnya, Sirius memproyeksikan pendapatan tahun 2025 sekitar US$ 8,5 miliar, lebih rendah dari estimasi sebelumnya, bahkan turun dari pendapatan yang diharapkan tahun 2024. 

Perusahaan juga mencatat penurunan jumlah pelanggan sepanjang tahun ini.

Sirius berupaya mengurangi biaya operasional hingga US$ 200 juta pada akhir tahun dan menurunkan utang sekitar US$ 700 juta. Manajemen juga berkomitmen untuk mempertahankan pembayaran dividen, meski panduan terbaru ini memicu penurunan peringkat dari analis Wall Street.

Pandangan Warren Buffett

Berkshire Hathaway telah secara signifikan meningkatkan kepemilikannya di Sirius XM tahun ini. Ada kemungkinan Buffett dan timnya akan mengevaluasi kembali posisi ini jika prospek Sirius tidak membaik. 

Namun, berdasarkan rekam jejaknya, Buffett kemungkinan besar melihat Sirius sebagai investasi jangka panjang. Kisah pemulihan seperti ini biasanya membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk membuahkan hasil.

Buffett memiliki pengalaman dengan investasi serupa, seperti Kraft Heinz dan Citigroup, yang juga merupakan saham dengan dividen tinggi dan cerita pemulihan jangka panjang. Dewan direksi Sirius telah mengesahkan program pembelian kembali saham, yang dapat menjadi langkah strategis di masa depan.

Baca Juga: Wall Street Berbalik Menguat pada Kamis (19/12) Setelah Aksi Jual Hari Sebelumnya

Meskipun tren pelanggan Sirius saat ini mengecewakan, perusahaan masih menghasilkan arus kas bebas yang signifikan, menurunkan utang, dan membayar dividen yang stabil. 

Buffett mungkin bersedia menunggu lebih lama dibandingkan analis Wall Street, yang umumnya hanya memproyeksikan 12-18 bulan ke depan. Beberapa analis juga tetap optimistis terhadap prospek jangka panjang Sirius.

Dengan valuasi saham saat ini sekitar 8 kali laba, investor jangka panjang mungkin mempertimbangkan untuk memberikan lebih banyak waktu kepada manajemen untuk memperbaiki keadaan.  


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×