kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   -18.000   -0,67%
  • USD/IDR 17.971   79,00   0,44%
  • IDX 6.002   -99,13   -1,62%
  • KOMPAS100 781   -14,41   -1,81%
  • LQ45 590   -8,67   -1,45%
  • ISSI 208   -4,12   -1,95%
  • IDX30 333   -4,54   -1,34%
  • IDXHIDIV20 408   -4,92   -1,19%
  • IDX80 89   -1,67   -1,85%
  • IDXV30 110   -0,94   -0,84%
  • IDXQ30 107   -1,18   -1,10%

Waspada, krisis pangan menghantui ekonomi global


Selasa, 14 Agustus 2012 / 07:38 WIB
ILUSTRASI. Resmi diumumkan! Ini daftar tim dan negara yang mengikuti turnamen PMWI 2021


Reporter: Barratut Taqiyyah, Bloomberg | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

SINGAPURA. Berita buruk kembali menghantui ekonomi dunia. Menurut International Food Policy Research Institute (IFPRI), krisis makanan global akan memukul dunia dalam waktu dekat. Hal ini sangat mungkin terjadi jika pemerintah tidak segera melakukan aksi atas kekeringan di AS yang mendorong lonjakan harga jagung ke rekor tertingginya.

Menurut Shenggen Fan, director general IFPRI, produksi biofuel dari jagung harus dihentikan untuk menyelamatkan suplai makanan. Pasalnya, tambah Fan, lonjakan harga jagung turut mendongkrak harga daging di Asia dan meningkatkan tingkat inflasi global.

Kondisi itu juga akan menyebabkan India dan China merilis stok cadangan makanan untuk membantu warga miskin seiring lonjakan harga pangan. Selain itu, pemerintah juga harus menahan diri untuk melakukan pelarangan ekspor.




TERBARU

[X]
×