kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.540.000   -10.000   -0,39%
  • USD/IDR 18.097   17,00   0,09%
  • IDX 5.439   51,35   0,95%
  • KOMPAS100 703   6,01   0,86%
  • LQ45 547   2,49   0,46%
  • ISSI 186   3,05   1,66%
  • IDX30 306   1,13   0,37%
  • IDXHIDIV20 403   3,67   0,92%
  • IDX80 81   0,56   0,70%
  • IDXV30 112   1,52   1,37%
  • IDXQ30 102   0,58   0,58%

Waspada, krisis pangan menghantui ekonomi global


Selasa, 14 Agustus 2012 / 07:38 WIB
ILUSTRASI. Resmi diumumkan! Ini daftar tim dan negara yang mengikuti turnamen PMWI 2021


Reporter: , | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

SINGAPURA. Berita buruk kembali menghantui ekonomi dunia. Menurut International Food Policy Research Institute (IFPRI), krisis makanan global akan memukul dunia dalam waktu dekat. Hal ini sangat mungkin terjadi jika pemerintah tidak segera melakukan aksi atas kekeringan di AS yang mendorong lonjakan harga jagung ke rekor tertingginya.

Menurut Shenggen Fan, director general IFPRI, produksi biofuel dari jagung harus dihentikan untuk menyelamatkan suplai makanan. Pasalnya, tambah Fan, lonjakan harga jagung turut mendongkrak harga daging di Asia dan meningkatkan tingkat inflasi global.

Kondisi itu juga akan menyebabkan India dan China merilis stok cadangan makanan untuk membantu warga miskin seiring lonjakan harga pangan. Selain itu, pemerintah juga harus menahan diri untuk melakukan pelarangan ekspor.




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×