kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45959,76   16,42   1.74%
  • EMAS945.000 -0,21%
  • RD.SAHAM 0.64%
  • RD.CAMPURAN 0.16%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Waspada! Risiko infeksi ulang Omicron 3 kali lipat lebih tinggi dari Delta


Jumat, 03 Desember 2021 / 23:00 WIB
Waspada! Risiko infeksi ulang Omicron 3 kali lipat lebih tinggi dari Delta

Sumber: Reuters | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - JOHANNESBURG. Varian Omicron menimbulkan risiko infeksi ulang tiga kali lipat lebih tinggi dari Delta dan Beta yang saat ini dominan,  sekelompok badan kesehatan Afrika Selatan mengatakan pada Kamis (2/12).

Mengutip Reuters, Pusat Pemodelan dan Analisis Epidemiologi Afrika Selatan (SACEMA) dan Institut Nasional Penyakit Menular (NICD) mengatakan, temuan terbaru "memberikan bukti epidemiologis untuk kemampuan Omicron menghindari kekebalan dari infeksi sebelumnya".

Pernyataan mereka keluar setelah sekelompok organisasi kesehatan Afrika Selatan menerbitkan makalah di medrxiv.org sebagai pra-cetak, yang berarti karya tersebut belum disertifikasi oleh peer review.

Sebelumnya, ahli mikrobiologi Anne von Gottberg di NICD telah menggemakan pandangan yang sama dalam konferensi pers yang digelar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Dia bilang, Afrika Selatan mengalami peningkatan infeksi ulang Covid-19 karena Omicron.

Afrika Selatan mengalami lonjakan tiba-tiba dalam kasus virus corona yang dilaporkan setiap hari, dengan pemerintah melaporkan 11.535 infeksi baru Covid-19 pada Kamis (2/12), naik dari hanya 312 dibanding 10 hari sebelumnya.

Baca Juga: WHO: Omicron makin menyebar, tiap negara harus bersiap hadapi lonjakan kasus baru

Baca Juga: Deteksi 2 kasus Omicron, Swiss karantina 2.000 orang kebanyakan anak-anak

NICD, bersama jaringan organisasi kesehatan yang lebih luas melakukan pengurutan genom pada sampel, menyatakan pada Rabu (1/12), varian Omicron mampu mengatasi beberapa kekebalan dan dengan cepat menjadi varian dominan di negara tersebut.

Analisis data pengawasan rutin dari Afrika Selatan dari Maret 2020 hingga 27 November 2021 menunjukkan, "profil risiko infeksi ulang Omicron secara substansial lebih tinggi dari varian Beta dan Delta selama gelombang kedua dan ketiga", menurut NICD.

Peningkatan infeksi ulang akan menjadi indikasi varian baru virus corona telah mengembangkan kemampuan untuk menghindari kekebalan alami dari infeksi sebelumnya, NICD menambahkan.

Juliet Pulliam, Direktur SACEMA dan penulis makalah pra-cetak, menyebutkan dalam artikelnya, pola Omicron kemungkinan akan terbentuk di semua provinsi Afrika Selatan pada awal hingga pertengahan Desember, NICD mengungkapkan.

Analisis itu, NICD menjelaskan, berdasarkan pada 2.796.982 orang dengan hasil tes Covid-19 positif setidaknya 90 hari sebelum 27 November, di mana 35.670 diduga terinfeksi ulang.

Selanjutnya: 6 Buah penurun kolesterol ini wajib Anda coba, apa saja?




TERBARU

[X]
×