Waspada! Saham-Saham Asia Akan Menghadapi Musim Penurunan Laba

Minggu, 14 Agustus 2022 | 08:32 WIB   Reporter: Adrianus Octaviano
Waspada! Saham-Saham Asia Akan Menghadapi Musim Penurunan Laba

ILUSTRASI. Saham Asia akan menghadapi apa yang diperkirakan menjadi musim pendapatan terburuk sejak awal pandemi.


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Setelah saham-saham di Asia mendapat sentimen dari ketegangan geopolitik di Taiwan, sentimen lain pun siap bermunculan. Saat ini, saham Asia akan menghadapi apa yang diperkirakan menjadi musim pendapatan terburuk sejak awal pandemi.

Mengutip Bloomberg, Minggu (14/8), laba per saham untuk anggota MSCI Asia Pacific Index turun 16% dalam tiga bulan hingga Juni dari tahun sebelumnya. Ini merupakan penurunan paling tajam dalam delapan kuartal terakhir. Hal itu berbanding terbalik dengan kenaikan 9% yang terlihat untuk perusahaan di Indeks S&P 500 bahkan ketika ekonomi AS menuju resesi.

Prospek berkurangnya keuntungan ini menempatkannya di jalur untuk kinerja tahunan terburuk sejak 2018. Ini termasuk dampak dari penguncian China, perlambatan dalam siklus semikonduktor, dan kehebohan politik atas perjalanan Ketua DPR AS Nancy Pelosi ke Taipei.

“Pendapatan belum memasuki siklus baru, ketegangan geopolitik akan terus diperhitungkan, dan kondisi keuangan tetap terbatas,” kata Rajat Agarwal, ahli strategi ekuitas Asia di Societe Generale SA. 

Baca Juga: Ini Saham Emiten yang Berpotensi Menyalip Kapitalisasi Pasar BBCA

Perlambatan di China adalah salah satu faktor utama yang menekan pendapatan regional, terutama karena perusahaan-perusahaan negara itu membentuk sekitar 20% dari ukuran MSCI Asia. Keuntungan untuk konstituen MSCI China Index diperkirakan turun 12% pada kuartal Juni dari tahun lalu.

Pelemahan di sektor berorientasi ekspor seperti semikonduktor juga merugikan. Analis telah mengurangi perkiraan di raksasa pembuat chip Korea Samsung Electronics Co sebesar 16% dan SK Hynix Inc sebesar 34% dari puncaknya baru-baru ini, mengutip penurunan permintaan global untuk elektronik seperti ponsel dan PC.

"Apa yang terjadi di AS dan Eropa, perusahaan menarik kembali investasi, yang bagi saya adalah beban pendapatan perangkat keras teknologi saat ini," kata Tai Hui, kepala strategi pasar Asia di JPMorgan Asset Management di Hong Kong.

Baca Juga: Rekomendasi Saham Sektor Transportasi yang Melejit 30% Sejak Awal Tahun

Namun, ada beberapa tanda positif untuk saham Asia. Penghentian reli dolar mendorong aliran dana ke sejumlah pasar pada kuartal ini. Secara keseluruhan, investor global telah meningkatkan kepemilikan saham di pasar negara berkembang di luar China selama empat minggu berturut-turut, rekor terpanjang sejak Januari, menurut data yang dikumpulkan oleh Bloomberg.

Hui dari JPMorgan Asset mengatakan, dia lebih suka memilih sektor pariwisata dan ritel di Asia Tenggara. Sementara Eastspring Investments bergabung dengan manajer aset lainnya dalam merekomendasikan saham kendaraan listrik China. M&G Investments mengatakan peningkatan pendapatan akan mengerek saham di India dan Indonesia.

Editor: Wahyu T.Rahmawati

Terbaru