kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

WHO: 90% kasus virus corona datang dari Eropa dan Amerika Serikat


Selasa, 14 April 2020 / 18:21 WIB
ILUSTRASI. Logo di luar gedung Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) selama pertemuan dewan eksekutif tentang pemutakhiran wabah virus corona di Jenewa, Swiss, 6 Februari 2020.


Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - JENEWA. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan, jumlah kasus baru virus corona menurun di beberapa negara Eropa, termasuk Italia dan Spanyol. Tapi, wabah masih terus meningkat di Inggris dan Turki.

"Wabah global secara keseluruhan, 90% kasus datang dari Eropa dan Amerika Serikat. Jadi, kita tentu belum melihat puncaknya," kata juru bicara WHO Margaret Harris dalam konferensi pers di Jenewa, Selasa (14/4).

"Di China, ancaman terbesar adalah kasus impor," ujarnya merujuk pada data terbaru. "Kita seharusnya tidak benar-benar mengharapkan vaksin baru tersedia 12 bulan lagi atau lebih," imbuh dia seperti dikutip Reuters.

Baca Juga: China uji coba dua vaksin virus corona pada manusia

China akan melakukan uji coba dua vaksin eksperimental pada manusia. Melansir media pemerintah China, Reuters melaporkan, vaksin eksperimental itu dikembangkan Sinovac Biotech dan Institut Produk Biologi Wuhan.

Pada Maret lalu, China memberi lampu hijau untuk uji klinis lain buat calon vaksin virus corona yang Akademi Ilmu Kedokteran Militer China kembangkan dengan dukungan militer dan perusahaan bioteknologi CanSino Bio.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×