kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.085.000   40.000   1,31%
  • USD/IDR 16.809   26,00   0,15%
  • IDX 8.235   0,22   0,00%
  • KOMPAS100 1.156   -1,44   -0,12%
  • LQ45 834   -3,53   -0,42%
  • ISSI 293   0,28   0,09%
  • IDX30 440   -3,60   -0,81%
  • IDXHIDIV20 527   -6,48   -1,22%
  • IDX80 129   -0,27   -0,21%
  • IDXV30 143   -1,25   -0,87%
  • IDXQ30 141   -1,73   -1,21%

WHO Eropa: Virus corona baru bisa menjadi infeksi musiman


Selasa, 29 September 2020 / 12:30 WIB
WHO Eropa: Virus corona baru bisa menjadi infeksi musiman
ILUSTRASI. Logo di markas besar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) in Jenewa, Swiss, 25 Juni 2020.


Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - MOSKOW. Direktur Regional Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk Eropa Hans Kluge tidak mengesampingkan kemungkinan virus corona baru bisa menjadi infeksi musiman.

Dia mengatakan, virus corona baru termasuk dalam kelompok yang sama dengan virus influenza. 

“Jadi, dalam arti bisa jadi musiman,” katanya kepada kantor berita TASS, Senin (28/9). "Prinsip saya adalah, karena saya optimistis, saya berharap yang terbaik, tapi saya mempersiapkan yang terburuk".

Hanya, menurut Kluge, WHO sejauh ini tidak memiliki data lengkap tentang asal-usul virus corona baru, apakah itu alami atau tidak. Karena itu, studi masih terus berlanjut.

Baca Juga: WHO: Negara miskin akan dapatkan tes COVID-19 murah, hanya US$ 5

"Jadi, (studi) ini sedang berlangsung dan tentu saja ini sangat penting untuk mengetahuinya. Tapi, saya tidak bisa berkata apa-apa lagi, karena ini sedang berlangsung dan saya tidak ingin mengorbankan proses yang sangat-sangat penting itu," ujar dia.

Menyinggung kemungkinan pandemi baru, ia mencatat, "Pertanyaannya adalah kapan. Karena yang ini juga kami prediksi dan kita tetap tidak siap".

“Jadi, pelajarannya bukan apakah kita akan pandemi lagi, tapi bagaimana mempersiapkan diri,” tegasnya.

Pada 11 Maret 2020, WHO menyatakan wabah virus corona sebagai pandemi. Data Johns Hopkins University per Selasa (29/9) menunjukkan, lebih dari 33,2 juta orang telah terinfeksi di seluruh dunia dan lebih dari 1 juta kematian.

Baca Juga: WHO kembali tegaskan, virus corona muncul secara alami




TERBARU

[X]
×