kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.944   -29,00   -0,16%
  • IDX 5.999   115,16   1,96%
  • KOMPAS100 778   14,20   1,86%
  • LQ45 588   9,58   1,66%
  • ISSI 208   4,74   2,33%
  • IDX30 333   5,83   1,78%
  • IDXHIDIV20 409   6,49   1,62%
  • IDX80 88   1,57   1,82%
  • IDXV30 111   2,39   2,20%
  • IDXQ30 107   1,91   1,82%

WHO: Negara miskin akan dapatkan tes COVID-19 murah, hanya US$ 5


Selasa, 29 September 2020 / 07:37 WIB
ILUSTRASI. WHO menjanjikan bantuan 120 juta paket tes COVID-19 murah untuk negara miskin dan tidak mampu.


Sumber: Reuters | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

KONTAN.CO.ID - JENEWA. Badan kesehatan dunia WHO menjanjikan bantuan tes COVID-19 murah untuk negara-negara miskin. Pada hari Senin (28/9), WHO mengumumkan harga maksimal dari tes murah ini adalah US$5.

Sebanyak 120 juta tes akan disediakan  agar pengujian menjadi lebih luas di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah.

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus, mengatakan bahwa Abbott dan SD Biosensor telah sepakat dengan Bill & Melinda Gates Foundation untuk memproduksi peralatan tes COVID-19 murah.

Dalam konferensi persnya Senin lalu, Tedros juga mengindikasikan bahwa biaya tes bisa lebih murah dari US$5.

"Ini akan memungkinkan perluasan pengujian, terutama di daerah yang sulit dijangkau yang tidak memiliki fasilitas laboratorium atau petugas kesehatan yang cukup terlatih untuk melakukan pengujian," ungkap Tedros pada konferensi pers harian WHO, di Jenewa, Swiss, Senin (28/9), seperti dikutip Reuters.

Baca Juga: WHO kembali tegaskan, virus corona muncul secara alami

Mendapat dukungan banyak pihak

Catharina Boehme, kepala eksekutif Foundation for Innovative New Diagnostics (FIND), memuji upaya WHO dalam menyediakan tes COVID-19 murah untuk negara-negara miskin.

Baginya, ini merupakan tonggak penting untuk mengurangi angka penularan di wilayah yang minim infrastruktur.

"Kami sekarang memiliki dua tes COVID-19 berkualitas tinggi yang merupakan yang pertama dalam rangkaian yang sedang dikembangkan dan dinilai oleh WHO," ungkap Boehme.

Baca Juga: Kematian akibat virus corona tembus 1 juta di seluruh dunia, AS penyumbang terbanyak




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×