kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.927   16,00   0,09%
  • IDX 6.430   95,68   1,51%
  • KOMPAS100 848   12,30   1,47%
  • LQ45 639   6,21   0,98%
  • ISSI 222   4,12   1,89%
  • IDX30 359   2,57   0,72%
  • IDXHIDIV20 441   0,41   0,09%
  • IDX80 97   1,35   1,42%
  • IDXV30 120   1,10   0,92%
  • IDXQ30 115   0,32   0,28%

WHO: Pemikiran Covid-19 akan segera berakhir itu prematur dan tak realistis!


Selasa, 02 Maret 2021 / 09:00 WIB


Sumber: The Guardian,Associate Press | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Sementara itu, direktur jenderal WHO mengatakan "sangat disesalkan" bahwa orang dewasa yang lebih muda dan lebih sehat di beberapa negara kaya divaksinasi terhadap virus corona sebelum petugas kesehatan yang berisiko di negara berkembang.

Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan imunisasi yang diberikan melalui upaya COVAX yang didukung PBB dimulai minggu ini di Ghana dan Pantai Gading. Akan tetapi, dia menyesalkan bahwa ini terjadi hanya tiga bulan setelah negara-negara seperti Inggris, AS dan Kanada mulai memvaksinasi populasi mereka sendiri.

Baca Juga: WHO: Dunia harus belajar hidup dengan Covid-19

“Negara tidak berpacu dengan satu sama lain. Ini adalah perlombaan umum melawan virus. Kami tidak meminta negara untuk mempertaruhkan rakyatnya sendiri. Kami meminta semua negara untuk menjadi bagian dari upaya global untuk menekan virus di mana-mana," katanya.

Baca Juga: Presiden Ghana: Jangan ragu, vaksin Covid-19 tidak akan musnahkan ras Afrika

Tetapi WHO berhenti mengkritik negara-negara yang bergerak untuk memvaksinasi populasi yang lebih muda dan lebih sehat daripada menyumbangkan dosis vaksin mereka ke negara-negara yang belum dapat melindungi masyarakat mereka yang paling rentan.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Legacy Data-Driven Forecasting: Prediksi Penjualan Lebih Akurat, Keputusan Bisnis Lebih Tepat

[X]
×