Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan
KONTAN.CO.ID - JENEWA. Ketua Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus mengingatkan penyebaran virus corona baru kepada orang yang tidak memiliki sejarah perjalanan ke China.
"Penyebaran virus pada orang yang tidak memiliki sejarah perjalanan ke China yang bisa jadi percikan yang menjadi api yang lebih besar," kata Tedros di Jenewa, Senin (10/2), seperti dikutip Reuters.
Untuk itu, Tedros mengatakan, tim ahli kesehatan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sudah tiba di China pada Senin (10/2) untuk menyelidiki wabah virus corona baru.
Baca Juga: Presiden Xi: China akan memenangkan pertempuran melawan wabah virus corona
Tedros, yang mengunjungi Beijing untuk mengadakan pembicaraan dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping akhir Januari, kembali dengan kesepakatan mengirim misi internasional. Butuh hampir dua minggu untuk mendapatkan lampu hijau dari Pemerintah China untuk komposisi tim itu.
Sebelumnya, Feng Feng, peneliti Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit China, pada Minggu (9/2), menyebutkan, virus corona baru tidak mengambang di udara untuk waktu yang lama.
"Tidak ada bukti yang menunjukkan, virus corona baru baru bisa menular melalui aerosol," kata Feng seperti dikutip Xinhua. Rute transmisi virus saat ini masih melalui tetesan dan kontak fisik pernafasan dalam jarak satu hingga dua meter.
Baca Juga: Melegakan, tidak ada bukti virus corona baru menular melalui aerosol
Pernyataan Feng muncul sehari setelah seorang pejabat Shanghai menyatakan, virus corona baru bisa menular melalui aerosol. Aerosol sendiri mengacu pada partikel padat yang ada di udara.
"Penularan aerosol mengacu pada pencampuran virus dengan tetesan di udara untuk membentuk aerosol, yang menyebabkan infeksi setelah terhirup, menurut para ahli medis," Zeng Qun, Wakil Kepala Biro Urusan Sipil Shanghai, seperti dilansir China Daily.
Epidemi virus corona yang baru bergulir dari di Kota Wuhan, Cina, dan sudah menyebar ke lebih dari 20 negara. Virus ini telah menewaskan lebih dari 900 orang dan menginfeksi lebih dari 40.000 lainnya.













