kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.803.000   30.000   1,08%
  • USD/IDR 17.757   18,00   0,10%
  • IDX 6.206   44,30   0,72%
  • KOMPAS100 820   7,74   0,95%
  • LQ45 631   10,77   1,74%
  • ISSI 218   -0,22   -0,10%
  • IDX30 360   5,73   1,62%
  • IDXHIDIV20 447   9,71   2,22%
  • IDX80 95   0,97   1,04%
  • IDXV30 123   1,72   1,42%
  • IDXQ30 117   2,17   1,90%

WHO: Terlalu Dini bagi Negara Mana pun Menyatakan Kemenangan atas Pandemi Covid-19


Rabu, 02 Februari 2022 / 23:05 WIB


Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - JENEWA. Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus menegaskan, terlalu dini bagi negara mana pun untuk menyerah, atau menyatakan kemenangan atas pandemi Covid-19.

Sejak Omicron pertama kali teridentifikasi hanya 10 minggu yang lalu, dia mengungkapkan, hampir 90 juta kasus baru Covid-19 dilaporkan ke WHO, lebih banyak dari infeksi sepanjang tahun 2020.

Dan, "Kita sekarang mulai melihat peningkatan kematian yang sangat mengkhawatirkan, di sebagian besar wilayah di dunia," katanya, dikutip dari laman resmi WHO, Rabu (2/2).

"Kami khawatir bahwa narasi telah dipegang di beberapa negara bahwa karena vaksin, dan karena penularan Omicron yang tinggi dan tingkat keparahan yang lebih rendah, mencegah penularan tidak mungkin lagi, dan tidak lagi diperlukan," ujar Tedros.

Baca Juga: Sudah 93%, Varian Omicron Semakin Mendominasi Kasus Covid-19 Global

"Tidak ada yang bisa lebih jauh dari kebenaran," ungkap dia.

Menurut Tedros, lebih banyak penularan, berarti lebih banyak kematian. "Kami tidak menyerukan negara mana pun untuk kembali ke apa yang disebut penguncian (lockdown)," katanya.

Tapi, WHO menyerukan kepada semua negara untuk melindungi rakyatnya dengan menggunakan setiap alat, bukan hanya vaksin. "Terlalu dini bagi negara mana pun untuk menyerah, atau menyatakan kemenangan," tegas dia.

Tedros menekankan, varian Omicron berbahaya, dan terus berkembang di depan mata kita. WHO saat ini melacak empat sub-garis keturunan dari varian Omicron yang menjadi perhatian, termasuk BA.2.

Baca Juga: WHO: Kasus Mingguan Covid-19 Global Turun tapi Angka Kematian Melonjak

"Virus ini akan terus berkembang. Itulah sebabnya, kami meminta negara-negara untuk melanjutkan pengujian, pengawasan, dan pengurutan. Kita tidak bisa melawan virus ini jika kita tidak tahu apa yang dilakukannya," ujar Tedros.

Dan, "Kita harus terus bekerja untuk memastikan semua orang memiliki akses ke vaksin," sebutnya. Pada saat yang sama, juga jelas bahwa ketika virus ini berevolusi, vaksin mungkin perlu berevolusi".

Dia menambahkan, Omicron bisa terus lolos dari antibodi penetralisir yang diinduksi oleh vaksin terhadap varian sebelumnya. Selain itu, reservoir beta virus corona besar, dan kemungkinan persilangan baru ke manusia.

"Jika kita bersiap sekarang, waktu yang dibutuhkan untuk pembuatan vaksin skala besar akan berkurang dan nyawa akan terselamatkan," imbuh Tedros.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×