kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

WHO: Varian Delta mendatangkan malapetaka di seluruh dunia


Kamis, 22 Juli 2021 / 19:02 WIB
WHO: Varian Delta mendatangkan malapetaka di seluruh dunia
ILUSTRASI. Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus menghadiri konferensi pers tentang situasi terbaru COVID-19 di Jenewa, Swiss, 28 Februari 2020. REUTERS/Denis Balibouse.


Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - JENEWA. Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan, dunia saat ini berada di tahap awal gelombang baru infeksi COVID-19 dan kematian.

"Varian Delta mendatangkan malapetaka di seluruh dunia," kata Tedros dalam sambutan pembukaan Dialog Tingkat Tinggi WHO secara virtual, Rabu (21/7), dikutip dari laman resmi WHO.

Dalam Pembaruan Epidemiologi Mingguan COVID-19 yang terbit Selasa (20/7), WHO menyebutkan, kasus baru global periode 12-18 Juli lalu total mencapai 3,42 juta, naik 12% dibanding minggu sebelumnya. 

Secara global, kasus harian COVID-19 periode 12-18 Juli lalu rata-rata 490.000 infeksi, meningkat dibanding 400.000 kasus per hari pada pekan sebelumnya. "Menyusul penurunan yang stabil selama lebih dari dua bulan," kata WHO. 

Baca Juga: Studi di Kanada: Keganasan varian Delta meningkat

Sedang jumlah kematian akibat COVID-19 periode 12-18 Juli total sebanyak 56.767, atau naik 1% ketimbang pekan sebelumnya. Sehingga, "Jumlah total kematian melebihi 4 juta," sebut WHO.

Untuk total kasus COVID-19 secara global, saat ini lebih dari 190 juta. "Jumlah kumulatif kasus yang dilaporkan secara global bisa melebihi 200 juta dalam tiga minggu ke depan," proyeksi WHO. 

Selama periode 12-18 Juli, empat wilayah kecuali Amerika dan Afrika melaporkan peningkatan kasus COVID-19. Wilayah Pasifik Barat mencatat peningkatan kasus terbesar, mencapai 30%, diikuti Eropa 21%.

"Terlepas dari upaya untuk memperluas cakupan vaksinasi, banyak negara di keenam wilayah WHO terus mengalami lonjakan kasus COVID-19," ungkap WHO.

Selanjutnya: WHO: Delta bisa bereplikasi lebih cepat dan lebih menular selama tahap awal infeksi




TERBARU

[X]
×