CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.604.000   4.000   0,15%
  • USD/IDR 17.627   61,00   0,35%
  • IDX 6.541   -47,96   -0,73%
  • KOMPAS100 858   -8,05   -0,93%
  • LQ45 650   -6,26   -0,95%
  • ISSI 227   -3,10   -1,35%
  • IDX30 361   -3,60   -0,99%
  • IDXHIDIV20 450   -2,93   -0,65%
  • IDX80 98   -0,98   -0,99%
  • IDXV30 125   -0,95   -0,75%
  • IDXQ30 116   -1,19   -1,02%

Witi-Leaks: Rekaman Utusan Trump ke Kremlin Bocor, Picu Kekacauan Politik Global


Kamis, 27 November 2025 / 05:21 WIB
Witi-Leaks: Rekaman Utusan Trump ke Kremlin Bocor, Picu Kekacauan Politik Global
ILUSTRASI. Bocoran rekaman percakapan ini dijuluki Witi-Leaks, sebuah bocoran besar yang membuka isi negosiasi damai Donald Trump soal Ukraina. FOTO: Sergey Bobly/ Russian International News Agency (RIA) / Russian MFA


Sumber: Telegraph | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Bagaimana Kebocoran Terjadi?

Dalam kondisi normal, diplomat tingkat tinggi menggunakan jalur komunikasi terenkripsi. Namun Witkoff beberapa kali dikritik karena bepergian ke Moskow dengan ponsel pribadi, yang kemungkinan ia gunakan dalam urusan pekerjaan.

Sebagian besar negara mampu menyadap panggilan pada perangkat konsumen biasa.

Intelijen Ukraina pun sudah biasa mempublikasikan rekaman percakapan tentara Rusia dan bahkan melacak pejabat melalui telepon non-terenkripsi.

Yang membingungkan adalah: bagaimana pejabat senior seperti Ushakov juga memakai jalur rentan seperti itu?

Siapapun yang membocorkan materi ini tampaknya ingin menghentikan upaya diplomasi Trump sebelum rencana itu masuk fase final yang dianggap merugikan banyak pihak.

Baca Juga: Kebakaran Horor di Hong Kong: 36 Tewas, 279 Hilang, Xi Jinping Sampaikan Belasungkawa

Kesimpulan:

Kebocoran rekaman telepon Steve Witkoff membuka ketegangan besar dalam negosiasi damai Ukraina, menyingkap konflik internal di pemerintahan Trump, perpecahan di Kremlin, dan tekanan besar terhadap Kyiv. Identitas pembocor masih misteri, tetapi motifnya jelas: menggagalkan kesepakatan damai yang dianggap terlalu menguntungkan Rusia, terlalu pahit bagi Ukraina, dan terlalu kontroversial bagi sekutu Eropa.


Tag


TERBARU

[X]
×