Reporter: Adi Wikanto | Editor: Adi Wikanto
KONTAN.CO.ID Seorang warga negara Indonesia (WNI) dilaporkan tewas dalam serangan terhadap sebuah kapal dagang di Selat Bab Al-Mandeb, dekat perairan Yaman.
WNI tersebut menjadi salah satu dari tiga anak buah kapal (ABK) yang tewas dalam serangan tersebut. Dua korban lainnya dilaporkan merupakan warga negara Pakistan.
Mengutip Anadolu melalui Antara, Selasa (11/8/2026), insiden tersebut dilaporkan oleh stasiun televisi yang terafiliasi dengan pemerintah Yaman, Al-Jumhuriya TV.
Laporan awal menyebut serangan diduga dilakukan oleh kelompok Houthi yang berbasis di Yaman.
Namun, hingga kini belum ada pernyataan resmi dari kelompok Houthi terkait serangan tersebut.
Baca Juga: Harga Kopi Arabika Meroket Selasa (11/8), Tembus Level Tertinggi 3 Pekan
Kapal yang diserang belum diketahui
Al-Jumhuriya TV belum mengungkap nama kapal dagang yang menjadi sasaran serangan maupun identitas pemilik kapal.
Informasi mengenai kronologi serangan dan jenis proyektil yang digunakan juga masih terbatas.
Selat Bab Al-Mandeb merupakan jalur pelayaran strategis yang menjadi pintu masuk menuju Laut Merah. Selat tersebut berada di antara Yaman di Semenanjung Arab dan kawasan Tanduk Afrika.
Posisi strategis tersebut membuat Bab Al-Mandeb menjadi salah satu jalur penting bagi lalu lintas kapal komersial internasional.
Tonton: Pasar Mobil China Lesu, Ekspor Kendaraan Justru Melonjak Tajam
Kapal India sebelumnya tenggelam
Insiden terbaru tersebut terjadi setelah sebuah kapal komersial berbendera India, **MSV Faize Noore Oliya**, tenggelam di dekat perairan Yaman, Laut Merah, pada awal Agustus 2026.
Kapal tersebut dilaporkan tenggelam setelah dihantam proyektil misterius. Meski kapal karam, seluruh 14 awak kapal berhasil diselamatkan.
Reuters melaporkan, Selasa (4/8/2026), Menteri Perkapalan India Sarbananda Sonowal mengonfirmasi bahwa para awak kapal telah dievakuasi oleh Penjaga Pantai Yaman.
Sebanyak 13 dari 14 awak kapal tersebut merupakan warga negara India.
"Para kru telah diselamatkan dan dibawa ke Pelabuhan Mokha," ujar Sonowal setelah kapal tersebut tenggelam di Laut Merah.
Kementerian Perhubungan Yaman, yang berada di bawah pemerintahan Yaman yang diakui secara internasional dan didukung Arab Saudi, menuding kelompok Houthi berada di balik serangan tersebut.
Kementerian tersebut menyebut serangan dilakukan menggunakan sebuah perahu yang membawa bahan peledak.
Serangkaian insiden tersebut kembali menyoroti risiko keamanan terhadap pelayaran komersial di sekitar Laut Merah dan Selat Bab Al-Mandeb, yang merupakan salah satu jalur perdagangan laut penting dunia.
Sumber: https://www.kompas.com/global/read/2026/08/11/175100870/seorang-wni-dilaporkan-tewas-dalam-serangan-di-selat-bab-al-mandeb.













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_22072614202900.jpg)
