kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.168.000   165.000   5,49%
  • USD/IDR 16.776   42,00   0,25%
  • IDX 8.232   -88,35   -1,06%
  • KOMPAS100 1.139   -9,43   -0,82%
  • LQ45 813   0,48   0,06%
  • ISSI 296   -9,48   -3,11%
  • IDX30 422   3,70   0,88%
  • IDXHIDIV20 501   7,26   1,47%
  • IDX80 126   -0,89   -0,70%
  • IDXV30 136   -1,76   -1,27%
  • IDXQ30 136   1,46   1,09%

Won dan Ringgit Melemah Paling Dalam Selasa (18/11/) Pagi, Mata Uang Asia Lesu


Selasa, 18 November 2025 / 09:21 WIB
Won dan Ringgit Melemah Paling Dalam Selasa (18/11/) Pagi, Mata Uang Asia Lesu
ILUSTRASI. Won Korea Selatan


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Mata uang Asia menunjukkan pergerakan yang terbatas pada Selasa (18/11/2025), dengan won Korea Selatan dan ringgit Malaysia mencatat pelemahan terbesar terhadap dolar AS di antara mata uang regional.

Baca Juga: Nikkei Jepang Anjlok 2% Selasa (18/11) Pagi, Imbas Aksi Jual Saham Teknologi Global

Berdasarkan data Reuters per pukul 02:01 GMT, nilai tukar beberapa mata uang Asia terhadap dolar AS tercatat:

  • Won Korea Selatan: 1.466,50 won/dolar, turun 0,42% dari sebelumnya 1.460,4
  • Ringgit Malaysia: 4,164 ringgit/dolar, melemah 0,38% dari 4,148
  • Rupiah Indonesia: 16.735 rupiah/dolar, turun 0,09% dari 16.720
  • Baht Thailand: 32,460 baht/dolar, turun 0,09%
  • Peso Filipina: 58,890 peso/dolar, turun 0,03%
  • Yen Jepang: 155,200 yen/dolar, menguat tipis 0,03%
  • Dolar Singapura: 1,303 dolar Singapura/dolar AS, stabil
  • Dolar Taiwan: 31,173 dolar Taiwan/dolar AS, menguat 0,02%
  • Rupee India: 88,630 rupee/dolar, stabil
  • Yuan China: 7,108 yuan/dolar, turun tipis 0,01%

Baca Juga: Pasar Mi Instan Dunia Meledak — Indonesia Jadi Raja Baru?

Jika dibandingkan dengan posisi akhir 2024, ringgit Malaysia mencatat penguatan tahunan terbesar, naik 7,30%, diikuti baht Thailand (+5,67%) dan dolar Taiwan (+5,16%).

Sementara rupiah dan rupee mengalami pelemahan signifikan, masing-masing -3,85% dan -3,40% sejak akhir tahun lalu.

Analis menilai pergerakan mata uang Asia saat ini cenderung terbatas, seiring investor menunggu arahan kebijakan moneter dari Federal Reserve dan perkembangan ekonomi global lainnya.

Selanjutnya: HKI Usul Penurunan Bertahap PPN Jadi 8% untuk Memacu Pertumbuhan Industri

Menarik Dibaca: Promo HokBen Combo Deals sampai 23 November, Hoka Delight & Lemon Tea Cuma Rp 9K


Video Terkait



TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×