kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   -25.000   -0,89%
  • USD/IDR 17.847   -12,00   -0,07%
  • IDX 6.183   55,55   0,91%
  • KOMPAS100 822   14,65   1,81%
  • LQ45 618   6,46   1,06%
  • ISSI 214   -1,38   -0,64%
  • IDX30 349   1,00   0,29%
  • IDXHIDIV20 427   0,60   0,14%
  • IDX80 93   0,76   0,82%
  • IDXV30 118   -0,74   -0,62%
  • IDXQ30 112   0,47   0,42%

Won Korea dan Rupiah Memimpin Pelemahan di Pasar Mata Uang Asia


Jumat, 19 September 2025 / 09:32 WIB
Won Korea dan Rupiah Memimpin Pelemahan di Pasar Mata Uang Asia
ILUSTRASI. FILE PHOTO: A South Korea won note is seen in this illustration photo May 31, 2017. REUTERS/Thomas White/Illustration/File Photo GLOBAL BUSINESS WEEK AHEAD SEARCH GLOBAL BUSINESS 10 JULY FOR ALL IMAGES


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Mata uang Asia bergerak lebih lemah terhadap dolar AS pada Jumat (19/9/2025) pagi, dengan won Korea Selatan dan rupiah Indonesia mencatat penurunan terbesar di antara mata uang regional.

Baca Juga: Dolar AS Bergerak Tipis Jumat (19/9) Pagi, Fokus Pasar Beralih ke Bank of Japan (BOJ)

Melansir data Reuters pukul 09.30 WIB menunjukkan: Won Korea Selatan turun 0,36% ke 1.394 per dolar AS. Sedangkan, Rupiah Indonesia melemah 0,30% ke 16.550 per dolar AS.

Mata uang lain juga menunjukkan pelemahan, antara lain ringgit Malaysia (-0,19%), baht Thailand (-0,14%), peso Filipina (-0,13%), dan yen Jepang (-0,07%).

Jika dibandingkan dengan akhir 2024, sebagian besar mata uang Asia masih menunjukkan depresiasi atau penguatan yang bervariasi: Rupiah turun 2,78% sejak akhir 2024. Sedangkan, Rupee India melemah 2,85%.

Baca Juga: Rupiah Dibuka Melemah ke Rp 16.573 Per Dolar AS Hari Ini, Mayoritas Asia Turun

Sementara won Korea Selatan menguat 5,62%, yen Jepang naik 6,14%, dan ringgit Malaysia bertambah 6,33%.

Pergerakan ini terjadi di tengah pasar yang masih mencermati kebijakan suku bunga global, data ekonomi AS, dan sentimen investor terhadap pertumbuhan kawasan Asia.


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×